Jumat, 27 Maret 2015

Terus gimana? (Bladder Invasion part 2)

Terdiam meratapi nasib sambil terus menangisi keadaan tanpa bilang pada siapa-siapa.. kalaupun ada yang tanya, buru-buru bertingkah seolah tegar, seolah tidak ada apa-apa sambil bilang "aku baik-baik saja" tapi jauh didalam hati terenyuh.. seandainya bisa bilang kalau..... *&^%$#----

Lalu waktu berganti.. malam-malam terlewati.. tetap menyimpan semuanya sendiri.. dan sampai pada saatnya hari H operasi, baru mengatakan yang sebenarnya kepada semua.....sambil terisak-isak..sambil minta maaf.. dan semua terkaget-kaget.. APAAAA?? KENAPA KAMU NGGAK CERITA???

Ahh hidup anda sinetron sekaliiii sissssss!!!!!!

Mana bisa??? Apa bisa???

Setelah pulang dari RS, iya emang hidup terasa slow motion.. gini salah gitu salah.. nggak konsen.. pikiran melayang-layang entah kemana.. mikirnya yang aneh-aneh.. kayak orang linglung.. sudah tentu mama tanya.. suami apalagi.. ngeliat istrinya sesengukan melulu abis sholat, tiba-tiba netes air mata, diajak ngomong kadang nggak nyambung. Sampe-sampe dia bilang "aku salah apa sama kamu? ada apa siih? kenapa sedih?" nah loohh cerita apa nggak ya?? yaaa akhirnya cerita juga dehhh....

Begitupula pertimbangan nulis di blog.. tulis apa enggak? lagi-lagi realistis aja kalau hidup ku ini bukan sinetron *tiba-tiba ngaca---iya deng saya bukan Dewi Sandra hahaha. Mungkin ada baiknya juga dishare supaya dapet masukkan dari orang yang juga pernah ngalamin hal yang sama, atau sekarang ini lagi diposisi yang sama, terus ada rekam jejak juga proses-proses yang harus aku lewatin, atau yaa minimal buat cerita ke dede saat nanti dia udah gadis.. kalau hidup tidaklah selalu seperti yang kita rencanakan. Ada kejutan-kejutan dari Allah yang somehow buat kita lebih kuat, lebih sabar, lebih percaya bahwa semua sudah ada yang Maha mengatur.

Aku mencoba menyingkirkan fikiran negatif yang terus terngiang. Toh kenyataan yang sekarang dihadepin ya begini, terus aku harus bagaimana?

Yang pertama terfikir adalah menghubungi Dokter Riyana, bagaimanapun dia yang menolong persalinan pertama, dan dia yang tahu kronologisnya. Niat mau daftar ke RS Hermina dan ketemu langsung, tapi pikir-pikir sms dulu aja lah ya siapa tahu ada saran dari beliau.



Ok, langsung cari tahu soal Dokter Azen dan nelfon RSPI. Mantep banget nih dokter..antriannya ampuun bejibun, baru bisa konsul di akhir April katanya.. sedangkan aku butuh cepet, butuh segera.. untung susternya berbaik hati ngasih nomor telepon klinik tempat dia praktek di Archa Clinic BSD, mungkin nggak se-rame RSPI. Bener aja, aku kedapetan nomor dihari Selasa tanggal 30 Maret. Alhamdulillaah..

Next, sudah pasti browsing tentang apa itu bladder invasion, kenapa bisa begitu dan biasanya tindakannya apa. Susah! Jarang ada yang bahas tentang ini.. bisa dibilang kasus yang jarang sekali terjadi dan kebanyakan kalau yang mengalami akan pendarahan hebat. *parno lagi kannnn… :(((((

Placenta percreta with bladder invasion as a cause of life threatening hemorrhage.
Abstract
PURPOSE:
Abnormal placental penetration through the myometrium with bladder invasion is a rare obstetric complication with potential for massive blood loss. Urologists are usually consulted after a life threatening emergency has already arisen. Their familiarity with this condition is crucial for effective management. We describe 2 cases of placenta percreta with bladder invasion to highlight the catastrophic nature of this clinical entity, and review the literature on current diagnostic and management strategies.
MATERIALS AND METHODS:
Between 1986 and 1998, 250 cases of adherent placenta (0.9%) were identified in 25,254 births at our institution, including 2 (0.008%) of placenta percreta with bladder invasion. We treated these 2 multiparous women who were 33 and 30 years old, respectively. Each had undergone 2 previous cesarean sections.
RESULTS:
Presenting symptoms were severe hematuria in 1 patient and prepartum hemorrhage with shock in the other. Ultrasound showed complete placenta previa in each with evidence of bladder invasion in 1 patient. Hysterectomy, bladder wall resection and repair, and bilateral internal iliac artery ligation were required to control massive intraoperative hemorrhage. The patients received 22 and 15 units of packed red blood cells, respectively. Fetal death occurred in each case. Convalescence was complicated by disseminated intravascular coagulation in patient 1 but subsequent recovery was uneventful.
CONCLUSIONS:
A high index of suspicion for placenta percreta with bladder invasion is required when evaluating pregnant women with a history of cesarean delivery and placenta previa who present with hematuria and lower urinary tract symptoms. Ultrasonography and magnetic resonance imaging may assist in establishing the diagnosis preoperatively. With proper planning and a multidisciplinary approach fetal and maternal morbidity and mortality may be decreased.
Source : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10992378

Kalem..kalem….. kaleeeeeeeeeeeeeeem….

Lanjut, diinget-inget lagi kalau Neng Putri selama ini periksa ke dokter yang juga ahli fetomaternal, langsung deh BBM minta tolong banget ditanyain ke Dokter Yudit, apa plasenta yang nempel di kandung kemih sudah pasti bladder invasion?? Dan kata neng put dokter yudit mantep jawab enggak, belum pasti dan disuru cek langsung aja sama beliau di Klinik Sam Marie.. huwaaa.. langsung bikin janji deh hari Sabtu tanggal 28 Maret, meski tarifnya agak lumayan mehoong.. tapi bismillah aja..semoga dapet kabar baik. Semoga ada keajaiban. (mohon di-Aamiin-kan)

Dan terakhir tentu banyak-banyak berdo’a…. banyak-banyak meluk Jani.. entah kenapa selalu mellow bayanginnya……. aaahh udah udahhh....belum belum final.. masih bisa usaha dulu.........

Ya Allah hanya atas izinMU.. izinMU,,, kami bisa kumpul bersama dan baik-baik saja.. Aamiin aamiin ya Allah…. 


Senin, 23 Maret 2015

USG 4D - 28 Weeks (Bladder Invasion)

Rencana mau USG 4D dikehamilan kedua ini bukan sekedar “gaya-gaya-an” tapi lebih ke kepastian akan kondisi dede juga segala didalam kandungan. Dokter Wisnu sebelumnya nyaranin kalau mau USG 4D 2 minggu lagi setelah konsul terakhir kemarin, oke aku langsung buat janji dengan beliau di RS Permata Ibu Graha Raya Ciledug.

Sama siapa kesananya? Sendirii ajaaa.. hehe.. kebetulan Rendra nggak bisa nemenin karena kerjaan. Modalnya cuma dua, nekad dan bismillah.. secara rada keder sama jalanan setelah ciledug situ, terus belum pernah sama sekali ke RS nya dan bayangan akan macet.. jadi langsung izin pulang cepet dan meluncur ke RS dari kantor.

Oiya, kantor sekarang pindah lebih deket dari rumah Mama, di daerah Joglo arah Universitas Mercu Buana, rejeki dede emang ya..jadinya mau ke Ciledug juga nggak perlu lewatin pengetesan tanah yang makin aduhai itu!

Lagi-lagi dimudahin sama Allah, enggak pake macet nggak pake nyasar.. tau-tau nyampe dan.. kecepetan aja dong dong! Sampe-sampe bagian pendaftarannya komen “ibu ngga ditelepon sebelumnya? Dokternya jam 4 atau setengah 5 bu..” yowis rapopo mbaaakk,, aku tunggu ajaaa.. hehehe…

Kesan pertama sama RS nya ya satu sepiiii.. enak banget nggak pake antri-antri. Dan segala sesuatunya masih terlihat sederhana. Timbangannya aja yang dibawah gitu.. meja susternya kecil, pasiennya juga nggak banyak. Tapi sudah masuk asuransi lho.. ya jadinya dibela-belain kesini supaya USG dengan dokter yang sama.

Setelah nunggu (jumpalitan-main hape-ke toilet-muter2) akhirnya dokternya dateng.. surprisingly dia ngenalin akyu.. *jadi malu

Langsung disuru tiduran dan mulai lah prosesi USGnya..

Secara general dedenya sehat, beratnya 1,4kg termasuk besar kata si Dokter, dan dede lagi bobok.. huks.. susah banget buat dibanguninnya.. dokternya sampe nyuruh aku sujud sebentar biar dia mau berubah posisi.. suruh miring kiri..miring kanan.. tapi.. tetap saja lah kurang maksimal dibagian wajah.. ah nggak apa apa.. udah keliatan sih mirip siapa *emaknya pasrah..


Dede....

Berlanjut bagian organ lainnya, Alhamdulillah normal.. dan insyaAllah jenis kelaminnya CEWE *horeee nggak disensor lagiii* hahahahh. Kenapa disensor? Ya pengen make sure sampe USG 4D, kali aja ada monas yang ngumpet, ternyata? enggak.. baiklah Papiy, selamat kamu menjadi satu-satunya cowok ganteng dirumah dan Jani.. kamu mau punya kembaran niiy..siap-siap pinjem-pinjeman baju yah.. :*

Lanjut lagi ke bagian placenta..

Placenta yang normal biasanya terletak diatas, namun pada kehamilanku ini letaknya dibawah, setelah minggu ke minggu dichek juga posisinya cenderung tidak berubah. Nah.. pada saat USG 4D inilah baru terlihat kalau Placentanya menempel pada dinding kandung kemih. Terlihat dilayar USG kalau ada tanda merah-merah gitu.. dokternya bilang nanti saya jelaskan lebih lanjut ya bu.. *tetiba deg-deg-an* saat terus melakukan USG dokter selalu menyelipkan pertanyaan “ibu umurnya berapa deh?” “ibu pernah ada riwayat transfusi darah?” “ibu ada alergi atau pernah sakit apa sebelumnya?”

Hemm.. ini dokter kenapa yaa..*makin bertanya-tanya*

Oke, lanjut ke meja dokter dan konsultasi dimulai.

Kurang lebih yang aku inget penjelasannya begini..

Antara placenta dan organ lain pada umumnya ada pembatas seperti selaput, jadi ketika placenta ditarik pada saat persalinan tidak mengganggu organ lainnya, namun pada kasus ibu selaput tersebut tidak ada, placenta menempel pada kandung kemih dan seperti mengakar, apabila ditarik maka berpotensi pendarahan yang hebat.. istilah kedokterannya bladder invasion mungkin butuh beberapa kantong darah.. dan saya butuh tim solid, peralatan yang siap untuk melakukan operasi ini.. ditambah dokter spesialis urologi untuk masalah penempelan dikandung kemihnya..”

“bengong”

“tapi kita liat ya bu perkembangannya diminggu-minggu kedepan bagaimana”

“masih bengong”

“ibu jangan panik gitu.. kita masih bisa lihat perkembangannya kedepan”

“terus dok, kemungkinannya apa? Ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk meminimalisir resiko pendarahan tadi?”

“ibu orangnya panikan? Atau pengen tahu?”

“saya orangnya pengen tahu dok.. supaya saya lebih siap”

“kemungkinan terburuknya ya harus siap angkat rahim bersamaan dengan operasi cesarnya, untuk mengurangi resiko pendarahan hebat.. jadi penyayatan nya juga diatas bu.. kita selamatkan dulu bayinya.. baru kita “bereskan” masalah placenta dan lain-lainnya.. dan RS yang siap untuk operasi ini di RSUD Tangerang.. disana lebih lengkap”

“kalau sekarang-sekarang ini dok? Ada obat atau tindakan apa yang bisa membuat placenta bergeser atau..???”

“nggak ada bu.. nggak ada…”

“tinggal do’a aja kali ya dok..” sambil ketawa..

“iyaa semoga bisa berubah, jadi saya juga operasinya enak.. gini.. ibu coba ke dokter ... (lupa namanya) praktek di Eka Hospital, coba second opinion dari beliau, kalau dia bilang sama seperti yang saya bilang ya sudah bu.. kita siapkan yang terbaik”

“oke dok.. ya…” manggut-manggut dan nggak tahu harus ngomong apaa..

“nah ibu.. jangan stress jangan kecapean ya..jaga kondisinyaa.. vitamin masih ada?”

“masih dok”

“cukup untuk sebulan?”

“cukup dok..”

Lalu salaman.. dan

“tuh kan ibu belum apa-apa tangannya dingiiiiin.. udah jangan dipikirin ya bu..”

“aahh dokter bisa ajaaaaa…”

Urusan bayar-bayar selesai dan langsung pulang.

Diperjalanan pulang.. nangis sesengukan…. 

Saya bohong dok, saya bohong waktu saya bilang saya orangnya ingin tahu, saya justru orangnya panikkan, apa-apa dipikirin, parno-an..




Laa haula wala kuwwata illa billah……..



Kamis, 05 Maret 2015

26 Weeks (Dokter Wisnu Setiawan di RS. Sari Asih Ciledug)

Sebelumnya, mau cerita dulu..

Kenapa pilih RS Sari Asih Ciledug?

Pertimbangannya satu, karena deket sama rumah mama.. jadi kalau mau kontrol bisa aja jalan sendiri tanpa pusing nunggu jadwal suami yang padat *uhuk.. atau ribet bingung karena akses ke RS Hermina Ciputat lumayan jauh (kalau dari rumah mama).

Teruuuss, udah familiar juga sama RS ini, dulu pernah ke dokter umum sekali, pernah juga papa dirawat karena batu ginjal, kakek juga sempet pernah dirawat karena stroke. Pernah beberapa kali jenguk orang juga.. jadi nggak buta-buta amat sama RSnya.

Dan yang paling penting, bisa pake asuransi Sinarmas. Huehe..

Kenapa pilih Dokter Wisnu?

Ditengah kegalauan milih Obgyn, dan diantara beberapa nama.. nama dokter wisnu-lah yang paling sering di rekomendasikan oleh blogger. Udah gitu, sempet nanya sama temen kantor yang saudaranya jadi tenaga medis di RS Sari Asih Ciledug, diantara dua nama yang aku ajukan dia nyaranin dokter Wisnu juga. Terakhir semacam pertanda..ada temen kuliah posting ini di Path nya..


Gimana nggak makin yakin coba??? Hehe.. walaupun agak canggung karena dokternya laki-laki.. tapiiii yaa asal dapet yang terbaik dan cocok dihati, nggak apa apa laahhh... *colek suami

Oke, akhirnya memutuskan untuk check baby check ke Dokter Wisnu Setiawan (bukan Kurniawan seperti terpajang di Website RS Sari Asih)

Kesan pertama pas masuk RS, huiiiii ini RS atau pasar? Rame beneeeuuurrr cyin. Parkiran motornya aja penuh pake banget. Daftar antri, nunggu dokter antri, kasih resep antri, bayar antri, ambil obat pun antri... jangan dibedain lah yaa sama RS Hermina Ciputat yang lowong-lowong ajaaaahh... *akoh halus cabaaal*

Setelah timbang dan tensi, nunggu sekitar 45 menit, baru dipanggil buat periksa..

Dokternya dengan ramah langsung menyapa..

“Selamat malam..Assalamualaikum..” sambil nyodorin tangan.

“gimana nih, ada yang bisa saya bantu?”

Aduuduuuh.. dokter,  nyambutnya ramah beneeer..

Aku langsung aja nyerocos tuh yaa..

“Gini dok, saya sebelumnya control di Hermina..

“oo sama siapa dokternya?

“Riyana dok..”

“oo Riyana, iya dia dulu juga praktek disini..”

“ini buku periksa saya dok..mungkin bisa dokter lihat dulu”

Sambil lihat bukunya, dia tetiba kaget

“loh kok ini udah ada cap kaki?”

“iya dok, ini saya hamil anak ke dua”

“hahaha oalaah..iya iyaa.. oke, sekarang berapa bulan bu?”

“jalan 7 bulan kayaknya dok”

Dokter Wisnu terus baca dan ngamatin buku periksanya, sambil terus nanya anak yang pertama jadi sekarang usianya berapa? perempuan atau laki-laki? Rumah ibu dimana? Kok jadi periksanya disini? kenapa pindah dokter? Kenapa dulu lahirnya caesar? kenapa ibu nggak KB? Hehe..

Lanjut ke USG

Dokternya langsung mempersilahkan “pak, kesini aja kalau mau lihat”

Pas mau mulai USG juga dokternya bilang “maaf ya bu..saya periksa dulu”

Sopan deh dokternya.. aku syuka!

Di USGnya juga lamaaa.. dilihatin kepala, jantung, tangan, kaki, perut, lambung, daaan selangkangannya.. tetap sama seperti prediksi dokter sebelumnya.. yaitu C*W* (masih disensor ceritanyahh hahahah), usia 26 minggu, ketuban bagus, semua normal, beratnya hampir 1 kg.. plasenta? Tetap dibawah posisinya.. malahan dokter Wisnu bilangnya ini nutupin banget bu.. previa ya.. jangan berhubungan dulu ya pak.. *wakwawww

“Ada keluhan lain nggak bu?”

“Saya ngerasain sih perut sering kenceng dok.. sama kayaknya agak neken gitu yaa beda sama yang pertama..”

“Hasil tadi sih masih normal aja ya bu, nggak ada kontraksi juga.. tapi ibu harus hati-hati.. jangan terlalu capek atau stress.. ini saya hitung prediksi lahir tanggal 9 Juni.. tapi karena caesar biasanya 2 minggu sebelum tanggal itu sudah bisa lahir.. kalau ada pendarahan atau flek segera periksa ya bu..”

Kurang lebih pesannya juga sama kayak dokter Riyana.. dan aku juga mau USG 4D, dokternya langsung nyaranin 2 minggu lagi ke RS Permata Ibu aja, dia praktek disana dan bisa USG 4D kalau di RS Sari Asih belum ada alatnya.

Terakhir resepin folamil genio dan kalsium seperti biasa.

Alhamdulillah.. dokternya baik, asik, meski pasien baru dan pasien terakhir semua pertanyaan dijawab jelas, becandaan juga nyambung *eh maksudnya doyan becanda juga* dan nggak bikin akyu parno. So far cocok. Tapihh minus minta print hasil USGnya tadiiii.. hikhik..

Kesimpulannyaaa adalaahhh..

Lanjut terus sama dokter Wisnu, mudah-mudahan bisa jadi partner menjalani kehamilan ini dengan baik.. Aamiin. Terus kalau urusan sama RSnya yaa harus daftar dulu biar dapet nomor kalau mau check up, dateng lebih awal, plusssss kudu sabar-sabar aja sama urusan antri-mengantriiiiiii.

Sempet nanya juga perkiraan biaya melahirkan (walau belum puas-soalnya kemaleman)


Perkiraan Biaya Melahirkan RS Sari Asih Ciledug 2015

Maaf yaa yang ke foto cuma kelas 1 dan VIP aja.. dan ini ada jadwal dokter kandungan dan dokter anak, mungkin ada yang butuh..

Jadwal Dokter



See ya'
MiyR&Lil'R



Rabu, 25 Februari 2015

Yang kepake yang mana? (Belanja Kebutuhan Bayi)

Yang ke pake yang mana?

Kira-kira begitulah yang terbesit saat pertama kali harus nyiapin keperluan Jani. Alhamdulillahnya nggak buta-buta amat soal perlengkapan bayi karena eh karena adekku ada 3 dan sepupu kecil-kecil semua (akyu cucu pertama) jadinya sudah familiar sama barang-barang kebutuhan bayi, nahh bagi anak bungsu pasti galau beliau banget yak *colek Neng Putri :D

Ceritanya kan udah ngelewatin tuh masanya ngurus Jani, boleh dibilang ada pengalaman lah yaa buat nge-share apa aja sih sebenernya yang kepake? mari kita bahas disinih *siapin pop-corn*

Topi

Nggak harus punya banyak, minimal punya, soalnya Jani gerah-an kadang ngga betah pake topi jadi punya 3 bijik aja cukup. Prefer merk carter sama mothercare (yang kebetulan beli satu set).

Sarung tangan/Sarung Kaki & Kaos Kaki

Biasanya ini sepaket sarung tangan dan sarung kaki motif polos, harganya juga murce-murce belasan ribu gitu deh, hanya kepake sampe Jani umur nggak lebih dari 2 bulan. Soalnya katanya bayi juga nggak boleh lama-lama disarungin, dia juga harus mulai meraba-raba, merasakan rangsangan, belaian dari Ibunya. Beli setengah lusin aja cukup, atau ditambah sarung tangan yang motif unyu buat pergi-pergi. Sarung kakinya juga nggak lama kepakenya, sebentar banget, prefer beli kaos kaki ukuran 0-6 bulan, punya jani merk Petite Mimi yang banyak banget tipenya buat baby cowo/cewe. lucuuk kayak pake sepatu dan kepake bangetttt (recommended).

Baju

Sudah pasti yang diburu pertama kali adalah baju-bajuuuu yang makin kesini model, warna, motifnya makin lucuu-lucuuu.. Tema warna kayaknya nggak usah terlalu mainstream deh, cowok harus biru,  cewek harus pink.. pake warna-warna kuning, hijau, orange, ungu, tosca, merah juga seruuu..hihi.. tapi perlu digaris bawahi yang paling penting adalah nyaman, bahannya adem, nyerep keringet, secara kita hidup didaerah tropis pis yang fanashnya amfun. Pilih bahan 100%  cotton, yang lembut, jangan yang kasar, beda harga dikit harusnya nggak masalah yah..

Baju new born pilih yang berkancing depan, supaya lebih mudah pakenya, kasian kalau dipakein kaos (kata aku loh), sekali lagi pilih yang bahannya adem..raba-raba dulu sebelum dibeli. Selain itu jumper/sleepsuit/romper bisa juga jadi pilihan, biasanya merk carter/next/mothercare yang sepaket gitu dengan motif yang ampuuun lucuknya. Tapi menurutku jangan beli banyak-banyak soalnya biasanya orang suka ngadoin ginian, dan kalau bayi yang cepet gedenya kepakenya nggak lama. Tau-tau udah ngga bisa dikancing pas bagian selangkangan..jadilah sayang kan.. pilih aja ukuran yang lebih besar jangan yang new born (maksudnya biar awet). Tangan panjang atau tangan pendek? Aku sih lebih banyakin yang tangan pendek.

Jaket/sweater/cardigan bayi juga perlu punya, tapi nggak perlu banyak, asal punya aja.

Popok kain/Diapers/clodi

Popok kain 2 lusinan kira-kira, soalnya kan kepake banget buat bayi baru brojol hehehe kasian soalnya kalau keseringan dipakein diapers. Mau pake clodi atau pospak sebenernya ya pilihan aja sih, kebetulan aku ngga pake clodi, jadinya nyetoknya mamy poko yang extra dry ukuran newborn.

Celana Pendek/Panjang

Karena awal-awal masih pake popok, dipakein celana pas umur 1 bulan lewat atau pas mau pergi aja.. banyakin celana pendek dari pada celana panjang. Karena Jani cewe, aku lebih nyetok banyak justru legging polos tutup kaki buat pergi-pergi, lucuk berbagai macem warna bisa di mix and match.

Gurita/Kaos Dalem

Perdebatan soal gurita juga masih seru, katanya nggak boleh karena justru kasian perut bayinya, sedangkan orang tua jaman dulu bilang kalau ngga dibedong  perut bayinya belber bleber.. nah lohh emang perut bayi begitu kok bentuknya hehe.. daripada panjang, yaa Jani sih pake sebentar aja (kalo ngga salah cuma sampe puput pusernya/pas lagi ketemu Nininya hahah) dan dipakeinnya nggak kenceng-kenceng banget, punya selusin aja cukup kok.. oya, ada juga gurita instan, tapi Jani ngga muat, strapnya nggak sampe alias kekecilan, mending yang tradisional ajah.

Trus lepas dari gurita Jani pake kaos dalem, sebenernya buat bayi yang gerahan juga ngga terlalu penting pake kaos dalem (kalo dirumah) tapi kebiasaan orang endonesah kalo ngga dikaos dalemin pasti komen “iih kok ngga pake kaos dalem??” jadinya kebiasaan pake deh.. punya banyak juga its oke, karena pastinya kepake.

Selimut

Ada dua model selimut, satu yang bertopi satu yang enggak. Jani punya merk Carter dua-duanya. Buat yang nggak bertopi aku pilih yang double fleece, lembuuut..udah gitu warna dan motifnya beragam.

Bedong

Bedong itu sebenernya istilah aja ya buat bayi yang dibungkus kain, nah kainnya itu justru yang sering disebut bedong. Pilih kain yang flanel/lembut, jangan yang kasar. Atau boleh beli yang kasar tapi jangan buat bedong, buat alas ompol aja hehehe. Ukurannya pilih yang besar yaa biar enak lilit-lilitnya. Merk carter adaaa, atau chaz yang polos dengan berbagai pilihan warna. Beli banyak juga kepake sih, sampe gede bisa dipake buat selimut, alas stroller, alas ganti popok, nutupin pas nenen, lap lap badan Jani kalo lupa bawa anduk hahahah.. dsb.

Bedong juga kini ada yang instan, Jani punya yang ada resleting didepannya gitu.. nggak kepake sama syekalih.

Perlak

Perlak yang heitsss dari jaman dulu itu tu yang bahan karet, nonjol-nonjol kecil, biru pink warna nya (bolak balik) tahu nggak? Kalau ngga tau kebangetan..hahah.. dipake buat mandi biasanya, kalau buat bobo aku pilih yang agak tipis aja banyak dijual ditoko bayi, motifnya sih nggak banget tapi bermangfaat, yang bermerk juga ada kayak carter gitu tapi yasutralah buat ompol ini.. lagian sama aja kualitasnya.

Bantal/Guling

Awal-awal kepake banget bantal peyang nya, lama lama bantalnya nggak kepake yang kepake gulingnyaa.. hehehe.. punya satu set aja cukup.. biasanya suka banyak yang ngadoin juga.

Sapu Tangan, Waslap, slaber dan Handuk

Sapu tangan beli 8pcs (satu pack) yang merk Gerber, lumayan lembut, nyerep, dan bisa dibuat waslap juga. Terus buat waslap jangan yang aneh-aneh, maksudnya yang ada bordiran/gambar/karekter gitu, pilih yang polos, lembut sama nyerep aja.. skali lagi lebih ke fungsinya. Punya 3pcs -6pcs cukup. Slaber dibutuhin pas bayi udah agak gedean kali yaa.. dan kepake bangetnya pas udah MPASI, punya 4pcs cukup.

Handuk juga sama, raba-raba dulu sebelum beli, paling males kalau handuk udah kasar plus nggak nyerep pulak. Punya 2 pcs handuk cukup.

Toiletries

Dari berbagaimacam merk aku pilih Zwitsal, secara disaranin sama kakak Dian Sastro haahha... *ditimpuk* nggak ada alesan gimana-gimana sih, cuma emang aku suka aja sama wangi-wanginya zwitsal yang kayaknya bikin keingetan mulu.. enak.. lembut.. lebih ke selera.. zwitsal juga punya varian produk yang banyaakk.. yang paling aku suka itu sabun 2 in 1 yang udah mengandung minyak telon, sama lotion anti nyamuknya.

Trus karena banyaaakkkk yang ngadoin sepaket toiletries merk yang lain, ya akhirnya dipake juga, daripada sayang, daripada mubazir. Selama cocok dikulit anaknya, kenapa enggak.

So, beli sepaket kayak bedak, shampo & sabun yang 2 in one (biar praktis), minyak telon, cologne, hair lotion, dll cukuplah.. jangan banyak-banyak, selebihnya pakein aja yang dari kado kado ituuhh.. oya, jangan lupa beli tempat bedaknya yang ada popokannya.

Bak Mandi

Aku beli yang nggak terlalu dalem, buat new born jadinya ngga pegel meganginnya. Atau sekarang juga udah ada baby bather buat dedenya ditaro pas mandi gitu.. tapi akumah nggak pake dan nggak genting juga, jadi punya bak aja udah cukup.

Cotton bud, kapas, kassa, alkohol

Standart lah ya harus adaa.. awal-awal juga bayi kalau pipis atau ee dilapnya pake kapas dibasahin aja, jangan keseringan pake tissue basah takut lecet. Biasanya aku siapin tempat kayak toples gitu dikasih air setengahnya lalu masukin kapas deh, jadi kalau dedenya pipis bisa langsung comot, praktis! (nyontek dari RS hahah). Trus kassa dan alkohol buat pusernya biar cepet kering dan puput.

Sisir & Gunting Kuku

Sisirnya yang lembut gitu ya pilihnya sama gunting kukunya yang kecil.

Sudocrem

Must have! Kepake banget buat ruam popok, atau misalkan kulit bayi merah-merah, kegores, atau bekas nyamuk.. cucokkkk! Beli dari sebelum ada Jani sampe sekarang Jani umur 10 bulan masih ada (dikit sih) hahahh.. intinya mahal tapi awet dan sangat bermanfaat.

Gelang anti nyamuk

Ini juga kepake banget secara nyamuk sekarang ganasss ganaasss! Buat bayi jangan dipakein ditangannya, cukup ditaro aja di deketnya nyamuk nggak mau deket. Jangan lupa buat ganti isiannya per 30hari.

Botol susu dll

Kalau ibunya selalu deket sama anaknya ya nggak perlu lah ya botol-botolan ini.. kalau ada rencana mau kerja atau mau nitipin dedenya  ya wajib punya. Dari berbagai merk yang ada, aku pilih avent dan pas pertama kali nyoba langsung cocok di Jani, jadinya nggak sempet nyobain merk lain deh.. aku beli yang satu paket udah ada botol 4 biji (2 ukuran), dotnya, sikat pembersih, empeng (yang nggak kepake).

Sterilizer dapet dari kado, pemanas susunya nggak perlu, cukup direndem pake mangkuk juga bisa. Pompa ASI sempet nyobain chicco dan IQ baby semuanya manual dan cocok-cocok aja. Botol kaca dan kantung ASIP nya juga beli banyak boleh buat persediaan. Cooler bag merk Gabag + ice gelnya. Nggak sampe nyewa-nyewa freezer karena masih cukup aja di freezer kulkas yang ada.

Saran sih yaa kalau peralatan menyusui beli dikemudian juga nggak masalah, karena pastinya ibu harus menyusui langsung dulu kaan biar pelekatannya bagus, mancing ASInya deres, dsb. Atau siapa tahu ada yang nawarin “mau dikadoin apa niih?” jawab aja pompa ASI! Kan lumayan hahaha..

Apron

Kain penutup buat nenen ini perlu nggak perlu sebenernya, karena aku juga kadang nggak nyaman kalau harus nenenin diruang terbuka. Lebih prefer ke ruang menyusui aja yang udah tersedia banyak di mall-mall, numpang kamar sodara kalau lagi bertamu (misalnya) atau dimobil.. hihiii.. tapi buat jaga-jaga ya punya 1 cukup.

Sabun cuci

Baik sabun cuci botol ataupun baju bayi aku pakenya merk sleek, karena gampang di dapet dan wanginya lumayan enak.

Bouncer

Karena nggak pake baby box, bouncer jadi sangat berguna kalau misalkan kitanya lagi ke dapur, kamar mandi/ninggalin dedenya bentar, dia jadi bisa main, geter-geter malah Jani sampe ketiduran lohh.. dipake pas umurnya udah 2 bulanan lebih karena posisinya agak duduk, jadi kalau ditaruh situ dari new born agak takut juga. Beli? Enggak dong.. dapet kado.. hihihi..

Gendongan

Jarik atau gendongan kain udah jadi the best gendongan in the world lah yaa.. tinggal slep slep jadi deh.. tapi sekarang kayaknya gengsi kalau pergi-pergi pake gendongan tradisionil.. gendongan sling bisa jadi pilihan.. mulai dari yang biasa sampe yang mihil juga ada. Kebetulan baru 1 bulan ini nyobain gendongan Baba Sling (kaweee) enak bingits.. ada strapnya dan busa dibahu jadi nggak terlalu neken pegel, secara 10kilo aja gitcuu.

Jemuran bayi

Beli yang kayak payung kebalik itu tuu, tapi pilih yang muat banyak yak.. punya 1 aja cukup, kan ada jemuran lain toh dirumah?

Diaper Bag

Ini juga salah satu yang banyak dikadoin orang. Tapiiii namanya juga emak emak banyak maunya yaa.. nggak suka aja gitu sama merk baby scoot .. ampuuun ahahah.. liat-liat diaper bag merk skip hop tuh rasanya ngiler pengen tapi berhubung harganya yang alaihim jadinya maju mundur cantik nggak jadi beli.

Agak maksa juga waktu akhirnya nemu merk okiedog (yang lagi sale), meski sale harganya juga lumayan buat tas doang.. karena akooh udah kepengenan yawish beli. Tapiiii ya emang ada harga ada barang, awet banget tas nya, masuk apa ajaaa, enteng, anti air, nggak gampang rusak meski kadang bawaannya nggak manusiawi. Hihii..

Oke, 1 diaperbag yang cucok dihatiii cukuuppp!

Stroller/Car Seat

Buat saya stroller perlu, setidaknya buat jemur pagi atau jalan ke mall.. ya kan ya kan? hehe pilih stroller yang sesuai budget aja, sekarang stroller udah macem-macem, yang roda 3, atau yang bisa madep depan-belakang, asal kitanya nggak ngoyo pasti nemu yang cocok. Kalau punya budget lebih yaaa monggo..origami atau stokke mungkin sis??? Nyiahahah..
Car seat awal doang dipake selebihnya Jani ngga betah (dan udah dijual juga), lagi coba nyari lagi..nanti direview deh kalau jadi beli.

Hosshh.. panjang benerrr postingan ini.. semoga nggak bosen dan sedikit membantu buat yang lagi galau beli-beli keperluan bayi *colek NengPutri lagiii hihii..

Intinya,

·         Semua kepake pada waktunya, nah waktunya ini nih sebentar atau bisa jangka panjang? Tipsnya jangan kelewat kalap segala macem mau dibeli, meski akupun tahu godaan kadang sulit ditepis, percaya lahh rejekinya dede itu pasti ada, kita belum beli eh ada yang ngasih, kita beli yang biasa eh ada yang ngasih lebih bagussss, udah beli banyak eh ditambahin lagiiii... hehehe.. seperti ituuuh..
·         Nggak apa-apa baju bayi awal awal itu-itu aja, nanti makin lama kan dedenya makin gede, kita juga tahu nih posturnya dia bagaimana, cepet endut atau enggak. Karena bayi ngga bisa ditebak-tebak.
·         Sekali lagi pilih karena bahannya, nyaman adalah segalanya buat makhluk yang kecil nan mungil.
·         Usahain kita udah nyatet apa aja yang mau dibeli, supaya pas belanja kitanya fokussss!
·         Kalau diliat-liat emang kayaknya banyaakk banget yang harus disiapin, nah itulah gunanya nyicil, sekarang apa besok apa, bulan ini apa, bulan depan apa.. tahu-tahu lengkap deh!
·         Jangan nolak kalau dapet lungsuran, selama masih layak kenapa enggak? Toh nantinya juga kita bakal ngelungsurin barang-barang yang kita beli kok.. karena anak kita nggak selamanya bayi :D
·         Di instagram juga lagi heitsss barang-barang second yang dijual masih bagus, mulai dari baju, mainan, stroller dll, mungkin juga bisa jadi alternatif. Atau jangan takut misalkan bayinya nggak betah distroller/bouncer bisa kita jual kembali.
·         Rental-rental peralatan bayi juga udah banyak pilihannya, bisa jadi alternatif juga kalau mau nyobain dulu sebelum membeli atau misalkan cuma butuh pake buat beberapa hari aja (travelling).

Berikut referensi ol-shop di Instagram

@lovely_lepetite
@burgersbabyshop
@mochitofuid
@milobabyshop
@bebemart_online
@bathikids
@little_sachi
@khaayacollection
@littlebathi
@mybabykingdom
@lumikbabyshop
@tocilbabyshop
@yukibabyshop

Dan berikut baby shopping list yang aku ambil dari blognya Kak Fifi 



Updated!

Pas banget aku nge-post ini, Kak Fi juga posting soal belanja kebutuhan bayi, dan baby shopping listnya juga diperbaharui. 


Semoga postingan ini membantu dan mencerahkan yaa..

Selamat belanja bumils!

See ya,
MiyR


Minggu, 22 Februari 2015

Dear Dede..



De, entah kenapa mamiy akhir-akhir ini jadi seneng manggil km dede.. biar terkesan lembut manja gitu.. nggak apa-apa yah? Boleh yah, de?

Dede lagi apa didalem peyut? dede sehat kan? maaf ya mamiy kadang lupa makan makanan sehat, masih jajan sembarangan ataupun lupa minum vitamin yg dikasih dokter.. hiksss.. maaf.. eh tapi dede pinter banget loh, inget nggak waktu hujan-hujan mamiy kepengen  indomie rebus+telor+rawit? Nggak lama setelah mamiy makan eh mamiy muntah dan keluar semua..sejak itu mamiy nggak doyan lagi deh sama sebungkus dosa yang nikmat tiada tara.. hihi..

De.. mamiy juga minta maaf kalau selama ini mungkin tidak ada yg spesial, perhatian yang tinggi dari orang-orang sekitar kamu, tapi harus dede harus tahu, kalau kehadiranmu pun sudah sangat istimewa bagi mamiy.. ya setidaknya bagi mamiy.. bahkan mamiy jadi tahu mana yang benar-benar peduli dan mana yang hanya sekelibat bertanya lalu lupa..

De.. merasakan hamil memang bukan yang pertama bagi mamiy, tapi mamiy jauuuh banyak belajar, banyak sabar, banyak mengalah, banyak berfikir, banyak mengabaikan yang “tak perlu”, mamiy lebih sering membasahi mukena dengan air mata ketimbang berteriak-teriak membalas, yang mamiy tahu, mamiy hanya ingin mempertahankan kesucianmu sebagai ciptaan Allah, itu saja..

De, terkadang sebagai manusia mamiy takut, takut akan hal yang belum terjadi, apalagi mamiy terlanjur terlebih dulu dihakimi bahwa ini akan sulit, akan repot, akan susah.. tapi dede tetap sabar, tetap bertahan dan membuktikan bahwa seiring kehadiranmu, datang pula kemudahan-kemudahan yang terwujud perlahan, yang dulu susah dia dapatkan.. see? dede jadi pembela mamiy meski baru dalam kandungan.. mashaAllah..

De, kita sudah setengah perjalanan niy.. inshaAllah sbntr lagi kita ketemu dan kumpul sama teteh Jani yah.. tiada lain yang mamiy ingin semoga kalian akur-akur, sehat-sehat, saling jaga, saling sayang, saling melengkapi, selalu dalam ridho dan kasih sayangnya Allah.. aamiin..aamiin ya Robbal Alamin..



Sungguh, mamiy mencintai kalian karena Allah, anak-anakku..


Perkiraan Biaya Melahirkan di RSIA Hermina Ciputat 2015

Gong!

Sebenernya berapa sih biaya lahiran di Hermina Ciputat sekarang?

Mari disimak halaman yang berikut iniii..



Maap itu agak silau fotonya,  VIP 25 juta sekian, untuk kelas I 18 juta sekian.

Biaya tersebut belum termasuk biaya administrasi 7% atau maksimal Rp.1.200.000,- dan biaya-biaya tak terduga lainnya (pemakaian alat diluar standart, transfusi darah, obat-obatan dll).

Okeeeeee... *saya tarik nafas dulu*

Biaya ini sih ngga seberapa lah ya dibandingin sama RS lain di Jakarta Selatan, apalagi dibandingin sama RS Pondok Indah gitcu...... *bandinginnya yang bener ajeees ke* hahahh.. terus nggak tahu juga ya apa biaya ini berlaku disemua cabang RSIA Hermina atau berbeda-beda.


Demikian, semoga bermanfaat ya bumils. 


See ya'
MiyRyanglagigalaunyariRSbuatlahiran.

Lil'R (22 Weeks)

Skip banget deh nih update perkembangan lil’R.. huhu.. belum lagi draft yang mau dipost semakin bejibun nggak tayang-tayang.. mumpung hari ini lengang, yaa mari kita setor post-annya satu-satu..



Lil’r sekarang usianya udah menuju 6 bulan, dua kali kontrol terakhir sama dokter berbeda. Kontrol di bulan Februari dengan dokter Astri Diah, soalnya dokter Riyana tiba-tiba nggak jadi praktek, diganti hari sih tapi akunya yang nggak bisa, yawishlah daripada nggak periksa akhirnya pindah dokter sementara. Dokter Diah sebenarnya asik juga orangnya, jawa banget dan seneng becanda. Pas dicek ternyata posisi dede diatas sementara plasenta dibawah, belum menutupi jalan lahir sih, cuma memang menempelnya dibawah. Beliau juga bilang, masih bisa berubah, karena semakin lama perut semakin membesar dan kemungkinan plasenta itu pindah masih ada. Cewe atau cowo? Yaaa sementara di diagnosa sih C*W* (ceritanya sensor halahhh).

Kontrol bulan Februari ketemu lagi sama dokter Riyana, pas kebetulan juga Jani lagi pilek jadinya periksa bareng. Dan saat diusg posisi plasenta juga masih sama, masih dibawah. Langsung deh aku menghujani dokter dengan pertanyaan-pertanyaan.. kok bisa sih dok dibawah? Penyebabnya apa dok? Bisa berubah nggak dok? Bahaya nggak dok? Blaa blaaaa... dst. Dokter Riyana jawabnya santei banet.. “ya suka-suka aja tuh plasenta nempelnya dimana, pas aja nempelnya dibawah.. ngga ada penyebab yang gimana-gimana, tapi harus hati-hati, bersenggama pelan-pelan, kalau ada keputihan atau flek sebaiknya cepet diperiksa ya.. untuk saat ini memang posisi masih dibawah, nanti kita lihat lagi perkembangannya dibulan selanjutnya, kalau tetap dibawah ya saya harus bilang caesar lagi yaa” (FYI Dokter Riyana kemarin-kemarin menyemangati buat normal, katanya selama nggak ada indikasi apa-apa aman aja lahiran normal/VBAC tapi karena ada plasenta previa ini, dokter membesarkan hati saya untuk kembali operasi). Cewe atau cowo? Diagnosanya masih samaa dengan dokter Diah yaitu C*W* (sensor lagiiihhhhh hahahahhh).

Jujur, dikehamilan kedua ini aku lebih santai, ehh atau lebih tepatnya “legowo” atas apapun yang terjadi. Asalkan dedenya sehat, selamet, sempurna... it’s moreee than anything.. dulu mungkin pas Jani aku lebih kayak nge push “Jani ayo kita harus lahiran normal, kamu harus lahir diatas tanggal 25..” sekarang aku lebih yang “de.. terserah dede aja mau lahir kapan yaa..sesiapnya kamu ya.. apapun caranya inshaAllah mamiy kuat ikhlas..” abisnya dede juga pinter banget, dari awal udah banyak godaan, banyak cobaan, tapi dede tetap kuat, tetap bertahan, seolah mengatakan kalau “miy, kalau takdir aku ada yaa aku ada.. aku baik-baik ajaa..”

So, inilah alasannya kenapa aku mulai mencari RS lain yang on budget. Sebenernya tidak ada niat untuk berganti dokter, sungguh.. kenyamanan berkonsultasi dengan dokter Riyana sudah sampe ke hati, jadinya sulit banget berpindah *caelaahh berat banget sih hidupkuh* tapi apa mau dikata deh yaa, akhirnya pelan-pelan kudu nemuin juga dokter yang sehati dan sedompet *ini apa sih*.


Kira-kira RS mana dan dokter siapa yaaa de? *ngomong sama perut*


Love ya,
MiyR&Lil'R