Tampilkan postingan dengan label Baby R. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baby R. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Oktober 2015

Histerektomi





Apa sih histerektomi?

Waktu berkunjung ke dokter Wisnu sih dia ngga pake istilah ini, waktu ke dokter Riyana dia jelasinnya histerektomi terus, di depan dokternya iya iya aja sambil mikir maksudnya histerektomi apa yaa.. ooo.. lama lama makin nyambung istilahnya angkat rahim itu histerektomi toh.. *noted

Serem, ngeri, takut bukan dioperasi caesarnya, tapi justru histerektominya..hasil browsing sana sini banyak banget penjelasan dan teknik-teknik operasi, sayatannya, bla bla.. tapi kebanyakan tindakan histerektomi diambil untuk menyelamatkan nyawa pasien kanker, miom dan sejenisnya. Untuk kasus plasenta akreta aku ngga nemu, minimal pengen tau aja gimana sharing pengalaman dari orang lain untuk kasus yang sama, tapi ngga nemuin.

Setelah dipastikan dokter Gatot yang akan nanganin aku, dari beliau pun tidak ada penjelasan yang sangat mendetail untuk tindakan ini. Beneran deh, jadi memilih untuk stop dan ngga browsing atau cari tau lagi tentang histerektomi.. wong dokter ku hanya bilang ‘’ngga ada yang berubah kok.. cuma ngga mens aja selebihnya tetep cantik”

Sebenernya kadang mikir, ih dokter kok gini sih anggep enteng banget, harusnya sebagai pasien kita kan dapet penjelasan detail tuhhh yaa.. semakin kesini semakin dijalanin semakin terlihat bahwa pengalaman ngga bisa bohong, dokter senior mungkin lebih tahu caranya ngadepin pasien labil kayak sayaahhh dengan tidak menjelaskan hal yang belum terjadi. Lagian, dokter-dokter muda sebelumnya sudah cukup menjelaskan banyak – dan berdampak pada kesulitan tidur – serta menimbulkan pikiran yang tidak tidak. Heu.

Pernah pada saat sesi konsul, dokter Gatot menutup semua hasil lab.usg dll.. sambil bilang “gini ya, ini semua hanya prediksi, mungkin saja begini mungkin saja tidak sama sekali, saya sering  menghadapi pasien sulit tapi pada saat penanganannya tidak sesulit yang dibayangkan.. jadi yasudah jangan dipikirkan, tapi kita siapkan yang terbaik.. kalaupun sampai angkat rahim ibu hanya harus ikhlas punya dua anak.. itu saja..” Adem banget dengernya.

Sebelumnya kan aku mikirnya macem-macem tapi dokter Gatot seolah bisa menyadarkan bahwa, kenapa sih mikirin yang aneh-aneh, berasa jadi wanita ngga sempurna lah, berasa hidup akan terhenti kalau ngga punya rahim lagi lah.. hey.. anak dua adalah anugerah, banyak yang belum punya anak tapi harus histerektomi. Sudahlah, bersyukur.

Setelah operasipun, saat ditanya “dok, kenapa jadi histerektomi?” dokter hanya jawab “ini demi nyawa ibu..” GLEK. Sudah! Sudah tidak perlu penjelasan panjang lagi. Dokter sempat ingin mempertahankan rahimku, makanya ada plasenta/ari-ari yang bisa dibawa pulang meskipun kondisinya terpotong-potong. Dari situ semua tahu, dokter tidak main gampang ambil tindakan saja, tapi telah berusaha yang terbaik, sampai akhirnya harus diputuskan histerektomi.

Rahimnya diperlihatkan ke Rendra, Papaku, Ayah dan Mama mertua untuk memastikan hanya rahim yang diangkat. Dan dari pemeriksaan jaringan hasilnya juga menunjukkan bahwa positif plasenta akreta dan pengangkatan rahim adalah keputusan yang tepat.

Rasanya gimana setelah operasi?

Hari pertama memang yang terberat, sakitnya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, si mamah sabar banget ngadepin aku yang waktu itu ngelantur mulu ngomongnya setelah operasi.hahaha.. maklum laperrr tapi ngga boleh makan, hauuuss tapi ngga boleh minum, sakiiiit. Untungnya besokan paginya udah boleh makan minum. Langsung berasa punya tenaga buat ngelawan rasa sakitnya.

Kenapa mesti dilawan? Yaiyalah dilawan banget, aku berusaha buat terus bergerak biar makin terbiasa dan bisa gendong Naya. Bedanya di RS Kramat adalah ngga ada perlakuan spesial gitu, ngeluh sakit dibiarin aja, katanya selama masih bisa ditahan jangan bergantung sama obat. Ya mungkin aja bener, tapiii kan kalau sakitnya menghambat pergerakan mending minum obat, asal sesuai dosis dan nggak berlebihan.

Namun, obat paling ampuh itu adalah Ranaya, tiap kali Ranaya dibawa ke kamar, aku bisa lupa sakitnya, bisa tetiba miring kanan, miring kiri, duduk, berusaha buat nenenin semaksimal mungkin. Meski apalah daya Ranaya harus minum formula terlebih dulu..  *hikss sediihh.. dan waktu Ranaya dibilang kuning/billirubinnya tinggi, nggak lama aku langsung bisa turun dari tempat tidur dan jalan sendiri ke kamar mandi lalu besokannya minta pulang.

Jadi lebih sakit mana caesar pertama atau kedua?

Ini nih pertanyaan yang sering aku tanyain ke temen yang udah rasain caesar dua kali, dan rata-rata semua jawabannya sakitan yang pertama, yaiyalah mungkin yang kedua udah lebih familiar sama sakitnya jadi lebih siap.

Tapi untuk kasus aku mah mungkin jelas beda, menurutku lebih sakit kedua karena ada tindakan tambahan histerektomi, dan obat-obatan yang kurang di RS nya, bener looh ngaruh.. artis-artis caesar ngga sakit karena obatnya bageuuusss sementara ibu-ibu yang caesar pake BPJS sakitnya sampe jejumpalitan. *pernah baca postingan dokter BPJS yang sedih harus mengurangi obat-obatan ke pasiennya.

Karena aku juga konsul ke dokter Riyana, jadi dikasih obat tambahan dan maknyus sekali, sakitnya ngga berasa dan aku bisa aktifitas mengurus Ranaya.

Keluhan?

Alhamdulillah sih enggak ada, tapi memang aku mencoba jaga kondisi aja dengan ngga terlalu angkat beban berat seperti beratnya beban hidup, terlalu cape seperti menghadapi sua..*ah sudahlah, terlalu stress seperti mikirin ut*ng, aku lebih banyakin liburan seperti bolos kerja, banyakin belanja seperti misalnya belanja sayur ke pasar.. hahahaa.. *da aku mah apa atuh

Yaa so far alhamdulillah tidak ada keluhan yang berarti, semoga kedepannya juga sehat selalu..aamiin.. yang penting sih tetep menjaga kesehatan, makan teratur, minum vitamin (walau ga rutin), sama tidur/istirahat cukup.

Pesan dan Kesan.

Intinya rejeki anak itu memang Allah SWT yang maha mengatur, ketika kita diberikan kepercayaan untuk hamil ya benar-benar dijaga, dinikmati prosesnya, jangan malas periksa ke dokter, kalau punya rejeki lebih mending sekali USG dengan 4D biar bisa kelihatan lebih detail, kalau dinyatakan ada masalah pada kandungannya jangan keburu stress, cari option lain, pilihan lain, cari tahu banyak, buat para suami juga harus mendukung penuh istrinya, selalu berikan stimulasi ke anak sejak dari kandungan, afirmasi terus ke bayinya, banyak do’a, banyak berserah, jangan egois – tetap makan sehat, minum vitamin, jaga kondisi dan jangan meratapi/sedih berlebihan.

Khusus untuk yang sudah terdiagnosa plasenta akreta, lebih baik memilih RS yang siap Bank darah, untuk mengantisipasi pendarahan, biasanya pendarahan hebat adalah salah satu penyebab kematian yang paling sering terjadi. Pernah ada diberita, seorang ibu meninggal setelah melahirkan secara caesar, setelah lahiran pendarahan hebat dan dioperasi kembali untuk pengangkatan rahim, namun sudah terlambat. Karena kalau plasenta akreta tidak terditeksi dini, dan pada saat operasi caesar plasenta ditarik/diambil resikonya sangatlah fatal. Jadi alangkah lebih baik, memeriksakan kondisi kehamilan secara medis dan rutin, pilih dokter yang memang sudah pro, RS yang mendukung (alat-alatnya, nicu, dll).


Semangat!
MiyR

Kamis, 01 Oktober 2015

ALHAMDULILLAH, Ranaya.. (Ceritanya Melahirkan)

De, saat mamiy tulis ini, mungkin kamu lagi minum ASIP dirumah sama nenek.. Maaf ya nak, sementara kita harus seperti ini.. berjauhan kalau siang, demi kamu juga.. demi Teteh Jani.. demi kita..

De Nay.. sebelumnya tidak pernah mamiy duga kalau cerita melahirkan kamu akan sebegininya membekas bagi mamiy.. mamiy fikir, anak ke dua prosesnya pastilah biasa aja.. karena udah pernah sebelumnya.. nyatanya? Allah kasih ujian yang harus dilalui dengan ikhlas.. proses demi proses sudah dilewati, dari pencarian dokter, rumah sakit, memastikan apa itu plasenta akreta, bahayanya, akibatnya, persiapannya, kemungkinan terburuknya.. semua sudah tergambar jelas.. tinggal eksekusinya aja di hari H.

Mamiy sudah mempercayakan Dokter Gatot untuk proses operasinya, dengan dia mamiy merasa tenang dan nyaman.. entahlah mungkin karena pengalamannya itu.. beliau tidak pernah sekalipun membuat mamiy patah hati, down, ataupun takut.. ya takut.. mamiy takut banget de.. takut ngga bisa gendong kamu saat setelah lahiran nanti.. Allahuakbar.. sebegitu jauhnya pemikiran mamiy de.. tapi makin deket harinya, mamiy makin tenang, makin ikhlas dengan apa yang akan mamiy hadapi, dengan apa yang akan terjadi..

Sebelumnya dijadwalin kalau kamu akan lahir di tanggal 15 Mei 2015, cantik ya tanggalnya? Tapi apalah daya, manusia berencana Tuhan juga kan yang menentukan. Ternyata Dokter Gatot ada planning lain ditanggal itu, dan rencana operasipun diundur sampai diatas tanggal 20 Mei. Huuu.. mamiy bingung, apa nggak kelamaan ya.. takutnya kamu udah kontraksi, nanti malah makin bahaya. Ditengah kegalauan mamiy curhat ke Dokter Riyana.. beliau bilang jangan sampai diatas tanggal 20, lebih baik minta maju aja jadwalnya. Mamiy mondar mandir ke Hermina untuk suntik pematangan paru, minta surat rekomendasi, juga test darah lalu ke Kramat 128 nemuin Dokter Gatot, sambil setengah memohon satu hari kosong untuk kita, yah de kamu tahu sendiri Dokter Gatot kan memang super duper sibuk . Dan akhirnya tercatatlah sudah tanggal 13 Mei 2015 jam 17:00 WIB mamiy akan operasi c-sect di RS Kramat 128.

12 Mei 2015


Siang itu mamiy sama papiy berangkat ke RS berduaan untuk nginep di RS, memang prosedurnya sebelum operasi c-sect pasien harus masuk RS sehari sebelumnya. Sesampainya di RS, mengurus administrasi sebentar langsung masuk kamar dan nggak boleh keluar lagi..hikss padahal mamiy teramat sangat lapaaarrr..

Sambil nunggu papiy beli makanan, mamiy diculik sama suster buat cek jantung.. ditempel alat sana sini, dijepit-jepit..kirain rasanya bakalan kayak kesetrum.hihi.. ternyata ngga kerasa apa apa.. lanjut cek jantung kamu de.. alhamdulillah normal, malah dibilang kamunya aktif banget dan sempat kontraksi. Mamiy disuruh banyak minum dan istirahat aja dikamar.. baiklaahh..

Berduaan doang dikamar sama papiy kamu ternyata seru juga.. kita ngobrolin macem-macem, becandaan, nonton tv, sholat jamaah, kadang sibuk sama games di hp masing-masing sampe tahu-tahu ketiduran.

Jam 8 malam Dokter Gatot datang untuk visit, aduhh de.. dokter kamu ini santai banget, bawa stetoskop juga engga... Dokternya cuma tepuk-tepuk betis mamiy gitu sambil bilang, “udah bu, tidur aja rileks, istirahat, besok insyaAllah lancar, berdo’a yang banyak yaah..” iya dook.. yaudah gitu doang.. hahahaa.. mamiy nggak jadi nervous deh..

Okey, waktunya tidur, mamiy tidur berdua papiy kamu seranjang RS yang sempit, ala ala film korea. Eh nggak se romantis itu sih.. malah seseg.

13 Mei 2015

Nggak ada yang ngalahin nyenyaknya tidur di ranjang sendiri, dirumah sendiri.. semaleman mamiy tidur tapi suka kebangun-bangun, dan yang diliat cuma jam dinding.. jam 5 subuh mamiy bangun sholat dan lapeeerrr.. untung aja sarapan dianterin jam setengah 6. Langsung lahap deh makannya. Papiy juga cari sarapan dan mamiy ikutan makan lagi : nasi uduk, kue cubit, susu, es teh semua ludes.

Jam 11 siang mamiy sudah harus puasa, ngga boleh makan apa apa lagi. Huiks.. kebayang deh lapernya kayak apa nanti. *krucuk-krucuk*

Semua pada dateng loh de, nenek aki, nini abah, semuaaa dateng.. semua deh pokoknya.. semua mau support mamiy, biar mamiy kuat tentu juga ngga sabar mau liat kamu lahir. Teteh Jani apalagi de, dia nggak bisa diem di RS, jadi primadona-nya, digendong-gendong terus sama bidan-bidan, gemes katanya.

Lanjut jam 3 sore, mamiy kuras perut... hiyyy serem dimasukin cairan yang bisa bikin mules gitu dan bener aja mamiy langsung ngibrit ke kamar mandi, sekalian juga mandi biar seger lalu sholat ashar, minta sama Allah semoga semuanya dimudahkan, kamunya sehat, mamiynya dikasih kesempatan buat membesarkan kamu..aamiin.



Mamiy udah siap, udah wangi, udah cakep (kata mamiy sendiri), dipasanglah itu infus sama susternya. Dalam hati bilang.. Ya Allah.... sebentar lagiiiiii..... ya Allah................. suasana yang tadinya riuh rame ketawa-tawa becanda langsung sedikit hening..... nenek mijitin kaki mamiy, biar rileks katanya... papiy juga ikutan usap-usap punggung mamiy... ya Allah......... sebentar lagiiiii..................

Suster dateng buat jemput, ayuk bu... sudah siap ya? Kita ke ruang operasi.... mamiy tiduran gitu didorong diatas kasur, macem film-film... semua juga pada nyiumin mamiy.. aahh.. mamiy sebel.. mamiy udah nahan nangis, jadi banjir se banjir banjirnyaaaaaaa... makasih ya Allah dikasih keluarga yang sebegini supportnya, sampe sepupu-sepupu semua dateng nyiumin kening.. “teteh... kuat ya teh..” ya atuh tetehnya jadi terenyuhhhh....

Andaikan mamiy kamu Nagita Slavina mungkin operasi cesar begini bisa didampingin papiy kamu atau nenek.. hahhaaa.. mamiyyy..ngayal ajahh *jitak.. tapi kan mamiy ini apalah apalah.. jadinya kudu berani maju sendirian dimeja operasi *aduh bahasanya..eh tapi bener mamiy pas masuk ruang operasi jadi ngerasa yah.. sendiri banget.

Semuanya terasa familiar, meski ditempat yang berbeda. Ruangan yang seperti kulkas dinginnya, peralatan yang tertata rapi, tertutup kain, orang-orang yang berpakaian hijau-hijau dan kali ini lebih banyakk entah siapa mereka, lampu besaaaaaaaaaaaaaar... semuanya terasa tidak asing.. baru kemarin menghadapi ini untuk Rinjani, sekarang untuk Ranaya.. Allah.. hamba pasrah sepasrah-pasrahnya, apapun yang terjadi hamba hanya ingin Ranaya selamat.. sehat.. lengkap.. baik-baik saja.. mungkin bertahannya mamiy adalah bonus yang mamiy sudah pasrahkan sepenuhnya sama Allah..

Pikiran mamiy kemana-mana nak.. mamiy ngga mau denger bunyi gesekan pisau, gunting? Atau apalah itu... mamiy kayak orang linglung sampai seorang dokter datang....

“Ibuuuuuu.. sudah siap ya buuu...”

“iya..”

“ibu.. ini anak keberapa?”

“kedua..”

“sebelumnya cesar?”

“iyaaa...”

“dimana?”

“hermina ciputat”

“kok jauh banget dari sini? Ibu rumahnya dimana?”

“.... *jeda dikit, nggak langsung jawab

“ibuuuuuuuuuuuuuuuuuu.. bu.. rumahnya dimana?”

“cipadu..”

“Cipadu itu yang dari arah.. bla blaaa....”

Mamiy seperti dialihkan perhatiannya, diajak bicara terus, dokter itu nanya teruuuus-terusan, kalau mamiy telat jawab dia akan teriak ibuuuuuuuuuuuuuu..panjang banget de.. hahhaa mamiy selalu nurutin pokoknya.. semua pertanyaan dia mamiy jawab.. sambil mamiy dipasang alat alat entahlah apa.. kedua tangan mamiy diikat lagi  seperti dulu..

Sesuai rencana operasi dimulai jam 5, tapiiiiiiiiii.. seperti biasa juga dokter Gatot suka molor molor dikit, bilangnya udah disepeda.. udah jalan.. berarti sebentar lagiiiiiiiiiiiiii...............semuanya akan dimulai.

Hallooo.. maaf telat dikit, ayo kita mulai, gimana ibu? Sehat ya.. “ya dok...” tenang aja bu nanti tau-tau bayinya lahir, udah selesai deh.. banyak yang bantu loh bu ini.. ada ahli hipnoterapi juga bu.. jadi ngga sakit lah bu.. ayo kita mulai ya...

Seketika.... oooo.. jadi yang tadi nanya terus ituuu mamiy lagi dihipnotis gitu kali ya biar ga tegang... yayaya...

Bismillah.... al fatihah....

Mamiy dibius ditulang ekor.. rasanya? Biasa aja.. karena yang mamiy sangat rasakan adalah kedinginan..... sudah ba-al.. dan operasipun dimulai...

Kain hijau nutupin pandangan mamiy ke arah perut, tapi mamiy bisa liat pantulannya diatas lampu.. lagi-lagi mamiy hanya menengok ke kiri saja... diiringi love song jaman bahela.. dokter Gatot melaksanakan tugasnya..

Tiba-tiba ada asap... bau gosong...

Diapain perut gueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee... astagfirullah.. mamiy langsung merem ajah. Laser kah itu? Bodo amat mamiy ngga peduli......... tidur tidur Allahuakbar.. ampuni hamba ya Allah.......

Dokter Gatot dibantu sama asistennya, perempuan.. yang menurut mamiy dia excited banget diajak operasi rumit seperti ini, nanya terus, komen terus, dokter Gatot juga selalu menerangkan, nah kalau begini ni... keliatan kan begini.. harus diginiin.. jangan begini.. sebaiknya begitu.. bla bla.. jadi mamiy juga berasa lagi dengerin dokter ngajarin praktek langsung di perut mamiy, langsuuuung!

Setelah kurang lebih 10-15 menit-an

Bu.. ibuuuu.. bayi nya dikeluarin ya buuuuu.......

Allah Allah... Allah......... Ranayaku.. naya.. de....... kuat ya de.......

Eaaak.. ea... eaaaakk.........

Perempuan ya bu, lahir jam sekian sekian *mamiy lupa*

Ya Allah de nayyyyaaaaaaa.. mamiy tetiba nangis kenceeeng...

Kamu langsung dibawa, takut kedinginan katanya..

ALHAMDULILLAH YA ALLAH.. Ranaya.. de...... ini mamiy sayang...................... pinter.. bageur.. sama bu bidan dulu ya nak...

---

Nah.. bayi nya sudah kan.. sekarang kita kerjakan ini dan ini dan ini.... terlihat kan seperti ini...... percakapan dokter Gatot nggak mau mamiy denger, tapi ya kedengeran.. fokus mamiy kepecah jadi dua.. antara mikirin kamuuu.. mau ketemu kamuuu.. sama ini perut mamiy mau diapain lagi.......

Operasi terus berjalan sampai akhirnya bidan dateng bawa kamu Nay... aaaaaaaaaaaahhh alhamdulillahhhhh Naya... kamu imut, mungil sekaliii nakk.. cantik. Sama bidan, kamu suruh nenen, diarahin ke puting.. tapi.. dokter Gatot langsung bilang... “mba.. mba.. bayinya nanti aja yaa.. kalau sudah selesai yaaaaa..”

Ini dokter kenapa??

Mas mas.. *manggil staf nya gitu

Tolong..tolong kabari keluarganya, bayinya perempuan, sehat, dan ibunya masih lanjut operasi, histerektomi.

NO! Enggak! nggak mungkin salah denger.. histerektomi.. ya... angkat rahim.. ya.. yang terbaik mungkin... pasraaaaaaaaaaaaaaahh... rasanya makin nggak enak perut ketarik-tarik, mual.. sempet muntah juga.. perut bener-bener nggak enak.. kayak melompong, tapi kayak diobok-obok juga. nengok sedikit ke kanan, udah ada kantong darah disana.. transfusi nya jadi juga... Allah.......  hanya ingin ini cepat selesai... hanya ingin ini cepat berlalu...... cepat.

Dokter yang udah agak tua itu selalu nyamperin mamiy, sambil bilang sabar ya bu.. kuat ya bu.. merem aja nggak apa-apa... ibu yang dirasain apa? *sambil usap-usap kepala mamiy*

 “dingin dok”

Entahlah tapi mamiy langsung kebayang almarhum Aki... persis.. mamiy jadi langsung berasa ditemenin aki.. jadi ngerasa tenang lagi.. sambil zikiran terus.. setiap kerasa apa langsung nyebut keras-keras. Mamiy mulai ngga santai, ngga bisa kalem..

Jarum jam udah ke arah jam 8 nan..

Dokter Gatot bilang, selamat ya bu.. bayinya sehat... operasinya selesai ya bu.. tinggal dijahit saja.. saya tinggal dulu ya bu..

“makasih dok”

Alhamdulillahhh.. semuanya selesai sudah.. Naya.. manaa.. mamiy mau ketemu kamu nak.. 

Alhamdulillah kita baik-baik saja..

ini selesai sudah...

Allah maha baik...

Alhamdulillah.

Ranaya Aisha Harumi
13 Mei 2015
2,8 Kg ~ 48 cm
dr. Gatot Purwoto
RS Kramat 128 



R.A.H



Ranaya : Sejahtera
Aisha : Kehidupan
Harumi : Cantik (musim semi di Jepang)

Ranaya itu bagaikan kejutan manis disaat yang tak terduga, Ranaya memang tidak perlu diminta dalam do’a panjang, tapi Ranaya hadir untuk memberikan berkah dalam kehidupan kami.. Manusia kodratnya memang tidak pernah merasa cukup, tapi bagi kami kehadiran Ranaya adalah cukup. Pelajaran mahal dalam hidup bahwa bersyukurlah maka rejekinya akan ditambah, ikhlaslah karena segalanya hanya milik ALLAH AZZA WA JALLA.


Terima kasih de.. sudah bertahan dengan hebatnya selama 36 Minggu.. Sungguh, Ibumu ini teramat menyayangimu.. 


With Love,
MiyRPiyRTehRinjani

Rabu, 25 Februari 2015

Yang kepake yang mana? (Belanja Kebutuhan Bayi)

Yang ke pake yang mana?

Kira-kira begitulah yang terbesit saat pertama kali harus nyiapin keperluan Jani. Alhamdulillahnya nggak buta-buta amat soal perlengkapan bayi karena eh karena adekku ada 3 dan sepupu kecil-kecil semua (akyu cucu pertama) jadinya sudah familiar sama barang-barang kebutuhan bayi, nahh bagi anak bungsu pasti galau beliau banget yak *colek Neng Putri :D

Ceritanya kan udah ngelewatin tuh masanya ngurus Jani, boleh dibilang ada pengalaman lah yaa buat nge-share apa aja sih sebenernya yang kepake? mari kita bahas disinih *siapin pop-corn*

Topi

Nggak harus punya banyak, minimal punya, soalnya Jani gerah-an kadang ngga betah pake topi jadi punya 3 bijik aja cukup. Prefer merk carter sama mothercare (yang kebetulan beli satu set).

Sarung tangan/Sarung Kaki & Kaos Kaki

Biasanya ini sepaket sarung tangan dan sarung kaki motif polos, harganya juga murce-murce belasan ribu gitu deh, hanya kepake sampe Jani umur nggak lebih dari 2 bulan. Soalnya katanya bayi juga nggak boleh lama-lama disarungin, dia juga harus mulai meraba-raba, merasakan rangsangan, belaian dari Ibunya. Beli setengah lusin aja cukup, atau ditambah sarung tangan yang motif unyu buat pergi-pergi. Sarung kakinya juga nggak lama kepakenya, sebentar banget, prefer beli kaos kaki ukuran 0-6 bulan, punya jani merk Petite Mimi yang banyak banget tipenya buat baby cowo/cewe. lucuuk kayak pake sepatu dan kepake bangetttt (recommended).

Baju

Sudah pasti yang diburu pertama kali adalah baju-bajuuuu yang makin kesini model, warna, motifnya makin lucuu-lucuuu.. Tema warna kayaknya nggak usah terlalu mainstream deh, cowok harus biru,  cewek harus pink.. pake warna-warna kuning, hijau, orange, ungu, tosca, merah juga seruuu..hihi.. tapi perlu digaris bawahi yang paling penting adalah nyaman, bahannya adem, nyerep keringet, secara kita hidup didaerah tropis pis yang fanashnya amfun. Pilih bahan 100%  cotton, yang lembut, jangan yang kasar, beda harga dikit harusnya nggak masalah yah..

Baju new born pilih yang berkancing depan, supaya lebih mudah pakenya, kasian kalau dipakein kaos (kata aku loh), sekali lagi pilih yang bahannya adem..raba-raba dulu sebelum dibeli. Selain itu jumper/sleepsuit/romper bisa juga jadi pilihan, biasanya merk carter/next/mothercare yang sepaket gitu dengan motif yang ampuuun lucuknya. Tapi menurutku jangan beli banyak-banyak soalnya biasanya orang suka ngadoin ginian, dan kalau bayi yang cepet gedenya kepakenya nggak lama. Tau-tau udah ngga bisa dikancing pas bagian selangkangan..jadilah sayang kan.. pilih aja ukuran yang lebih besar jangan yang new born (maksudnya biar awet). Tangan panjang atau tangan pendek? Aku sih lebih banyakin yang tangan pendek.

Jaket/sweater/cardigan bayi juga perlu punya, tapi nggak perlu banyak, asal punya aja.

Popok kain/Diapers/clodi

Popok kain 2 lusinan kira-kira, soalnya kan kepake banget buat bayi baru brojol hehehe kasian soalnya kalau keseringan dipakein diapers. Mau pake clodi atau pospak sebenernya ya pilihan aja sih, kebetulan aku ngga pake clodi, jadinya nyetoknya mamy poko yang extra dry ukuran newborn.

Celana Pendek/Panjang

Karena awal-awal masih pake popok, dipakein celana pas umur 1 bulan lewat atau pas mau pergi aja.. banyakin celana pendek dari pada celana panjang. Karena Jani cewe, aku lebih nyetok banyak justru legging polos tutup kaki buat pergi-pergi, lucuk berbagai macem warna bisa di mix and match.

Gurita/Kaos Dalem

Perdebatan soal gurita juga masih seru, katanya nggak boleh karena justru kasian perut bayinya, sedangkan orang tua jaman dulu bilang kalau ngga dibedong  perut bayinya belber bleber.. nah lohh emang perut bayi begitu kok bentuknya hehe.. daripada panjang, yaa Jani sih pake sebentar aja (kalo ngga salah cuma sampe puput pusernya/pas lagi ketemu Nininya hahah) dan dipakeinnya nggak kenceng-kenceng banget, punya selusin aja cukup kok.. oya, ada juga gurita instan, tapi Jani ngga muat, strapnya nggak sampe alias kekecilan, mending yang tradisional ajah.

Trus lepas dari gurita Jani pake kaos dalem, sebenernya buat bayi yang gerahan juga ngga terlalu penting pake kaos dalem (kalo dirumah) tapi kebiasaan orang endonesah kalo ngga dikaos dalemin pasti komen “iih kok ngga pake kaos dalem??” jadinya kebiasaan pake deh.. punya banyak juga its oke, karena pastinya kepake.

Selimut

Ada dua model selimut, satu yang bertopi satu yang enggak. Jani punya merk Carter dua-duanya. Buat yang nggak bertopi aku pilih yang double fleece, lembuuut..udah gitu warna dan motifnya beragam.

Bedong

Bedong itu sebenernya istilah aja ya buat bayi yang dibungkus kain, nah kainnya itu justru yang sering disebut bedong. Pilih kain yang flanel/lembut, jangan yang kasar. Atau boleh beli yang kasar tapi jangan buat bedong, buat alas ompol aja hehehe. Ukurannya pilih yang besar yaa biar enak lilit-lilitnya. Merk carter adaaa, atau chaz yang polos dengan berbagai pilihan warna. Beli banyak juga kepake sih, sampe gede bisa dipake buat selimut, alas stroller, alas ganti popok, nutupin pas nenen, lap lap badan Jani kalo lupa bawa anduk hahahah.. dsb.

Bedong juga kini ada yang instan, Jani punya yang ada resleting didepannya gitu.. nggak kepake sama syekalih.

Perlak

Perlak yang heitsss dari jaman dulu itu tu yang bahan karet, nonjol-nonjol kecil, biru pink warna nya (bolak balik) tahu nggak? Kalau ngga tau kebangetan..hahah.. dipake buat mandi biasanya, kalau buat bobo aku pilih yang agak tipis aja banyak dijual ditoko bayi, motifnya sih nggak banget tapi bermangfaat, yang bermerk juga ada kayak carter gitu tapi yasutralah buat ompol ini.. lagian sama aja kualitasnya.

Bantal/Guling

Awal-awal kepake banget bantal peyang nya, lama lama bantalnya nggak kepake yang kepake gulingnyaa.. hehehe.. punya satu set aja cukup.. biasanya suka banyak yang ngadoin juga.

Sapu Tangan, Waslap, slaber dan Handuk

Sapu tangan beli 8pcs (satu pack) yang merk Gerber, lumayan lembut, nyerep, dan bisa dibuat waslap juga. Terus buat waslap jangan yang aneh-aneh, maksudnya yang ada bordiran/gambar/karekter gitu, pilih yang polos, lembut sama nyerep aja.. skali lagi lebih ke fungsinya. Punya 3pcs -6pcs cukup. Slaber dibutuhin pas bayi udah agak gedean kali yaa.. dan kepake bangetnya pas udah MPASI, punya 4pcs cukup.

Handuk juga sama, raba-raba dulu sebelum beli, paling males kalau handuk udah kasar plus nggak nyerep pulak. Punya 2 pcs handuk cukup.

Toiletries

Dari berbagaimacam merk aku pilih Zwitsal, secara disaranin sama kakak Dian Sastro haahha... *ditimpuk* nggak ada alesan gimana-gimana sih, cuma emang aku suka aja sama wangi-wanginya zwitsal yang kayaknya bikin keingetan mulu.. enak.. lembut.. lebih ke selera.. zwitsal juga punya varian produk yang banyaakk.. yang paling aku suka itu sabun 2 in 1 yang udah mengandung minyak telon, sama lotion anti nyamuknya.

Trus karena banyaaakkkk yang ngadoin sepaket toiletries merk yang lain, ya akhirnya dipake juga, daripada sayang, daripada mubazir. Selama cocok dikulit anaknya, kenapa enggak.

So, beli sepaket kayak bedak, shampo & sabun yang 2 in one (biar praktis), minyak telon, cologne, hair lotion, dll cukuplah.. jangan banyak-banyak, selebihnya pakein aja yang dari kado kado ituuhh.. oya, jangan lupa beli tempat bedaknya yang ada popokannya.

Bak Mandi

Aku beli yang nggak terlalu dalem, buat new born jadinya ngga pegel meganginnya. Atau sekarang juga udah ada baby bather buat dedenya ditaro pas mandi gitu.. tapi akumah nggak pake dan nggak genting juga, jadi punya bak aja udah cukup.

Cotton bud, kapas, kassa, alkohol

Standart lah ya harus adaa.. awal-awal juga bayi kalau pipis atau ee dilapnya pake kapas dibasahin aja, jangan keseringan pake tissue basah takut lecet. Biasanya aku siapin tempat kayak toples gitu dikasih air setengahnya lalu masukin kapas deh, jadi kalau dedenya pipis bisa langsung comot, praktis! (nyontek dari RS hahah). Trus kassa dan alkohol buat pusernya biar cepet kering dan puput.

Sisir & Gunting Kuku

Sisirnya yang lembut gitu ya pilihnya sama gunting kukunya yang kecil.

Sudocrem

Must have! Kepake banget buat ruam popok, atau misalkan kulit bayi merah-merah, kegores, atau bekas nyamuk.. cucokkkk! Beli dari sebelum ada Jani sampe sekarang Jani umur 10 bulan masih ada (dikit sih) hahahh.. intinya mahal tapi awet dan sangat bermanfaat.

Gelang anti nyamuk

Ini juga kepake banget secara nyamuk sekarang ganasss ganaasss! Buat bayi jangan dipakein ditangannya, cukup ditaro aja di deketnya nyamuk nggak mau deket. Jangan lupa buat ganti isiannya per 30hari.

Botol susu dll

Kalau ibunya selalu deket sama anaknya ya nggak perlu lah ya botol-botolan ini.. kalau ada rencana mau kerja atau mau nitipin dedenya  ya wajib punya. Dari berbagai merk yang ada, aku pilih avent dan pas pertama kali nyoba langsung cocok di Jani, jadinya nggak sempet nyobain merk lain deh.. aku beli yang satu paket udah ada botol 4 biji (2 ukuran), dotnya, sikat pembersih, empeng (yang nggak kepake).

Sterilizer dapet dari kado, pemanas susunya nggak perlu, cukup direndem pake mangkuk juga bisa. Pompa ASI sempet nyobain chicco dan IQ baby semuanya manual dan cocok-cocok aja. Botol kaca dan kantung ASIP nya juga beli banyak boleh buat persediaan. Cooler bag merk Gabag + ice gelnya. Nggak sampe nyewa-nyewa freezer karena masih cukup aja di freezer kulkas yang ada.

Saran sih yaa kalau peralatan menyusui beli dikemudian juga nggak masalah, karena pastinya ibu harus menyusui langsung dulu kaan biar pelekatannya bagus, mancing ASInya deres, dsb. Atau siapa tahu ada yang nawarin “mau dikadoin apa niih?” jawab aja pompa ASI! Kan lumayan hahaha..

Apron

Kain penutup buat nenen ini perlu nggak perlu sebenernya, karena aku juga kadang nggak nyaman kalau harus nenenin diruang terbuka. Lebih prefer ke ruang menyusui aja yang udah tersedia banyak di mall-mall, numpang kamar sodara kalau lagi bertamu (misalnya) atau dimobil.. hihiii.. tapi buat jaga-jaga ya punya 1 cukup.

Sabun cuci

Baik sabun cuci botol ataupun baju bayi aku pakenya merk sleek, karena gampang di dapet dan wanginya lumayan enak.

Bouncer

Karena nggak pake baby box, bouncer jadi sangat berguna kalau misalkan kitanya lagi ke dapur, kamar mandi/ninggalin dedenya bentar, dia jadi bisa main, geter-geter malah Jani sampe ketiduran lohh.. dipake pas umurnya udah 2 bulanan lebih karena posisinya agak duduk, jadi kalau ditaruh situ dari new born agak takut juga. Beli? Enggak dong.. dapet kado.. hihihi..

Gendongan

Jarik atau gendongan kain udah jadi the best gendongan in the world lah yaa.. tinggal slep slep jadi deh.. tapi sekarang kayaknya gengsi kalau pergi-pergi pake gendongan tradisionil.. gendongan sling bisa jadi pilihan.. mulai dari yang biasa sampe yang mihil juga ada. Kebetulan baru 1 bulan ini nyobain gendongan Baba Sling (kaweee) enak bingits.. ada strapnya dan busa dibahu jadi nggak terlalu neken pegel, secara 10kilo aja gitcuu.

Jemuran bayi

Beli yang kayak payung kebalik itu tuu, tapi pilih yang muat banyak yak.. punya 1 aja cukup, kan ada jemuran lain toh dirumah?

Diaper Bag

Ini juga salah satu yang banyak dikadoin orang. Tapiiii namanya juga emak emak banyak maunya yaa.. nggak suka aja gitu sama merk baby scoot .. ampuuun ahahah.. liat-liat diaper bag merk skip hop tuh rasanya ngiler pengen tapi berhubung harganya yang alaihim jadinya maju mundur cantik nggak jadi beli.

Agak maksa juga waktu akhirnya nemu merk okiedog (yang lagi sale), meski sale harganya juga lumayan buat tas doang.. karena akooh udah kepengenan yawish beli. Tapiiii ya emang ada harga ada barang, awet banget tas nya, masuk apa ajaaa, enteng, anti air, nggak gampang rusak meski kadang bawaannya nggak manusiawi. Hihii..

Oke, 1 diaperbag yang cucok dihatiii cukuuppp!

Stroller/Car Seat

Buat saya stroller perlu, setidaknya buat jemur pagi atau jalan ke mall.. ya kan ya kan? hehe pilih stroller yang sesuai budget aja, sekarang stroller udah macem-macem, yang roda 3, atau yang bisa madep depan-belakang, asal kitanya nggak ngoyo pasti nemu yang cocok. Kalau punya budget lebih yaaa monggo..origami atau stokke mungkin sis??? Nyiahahah..
Car seat awal doang dipake selebihnya Jani ngga betah (dan udah dijual juga), lagi coba nyari lagi..nanti direview deh kalau jadi beli.

Hosshh.. panjang benerrr postingan ini.. semoga nggak bosen dan sedikit membantu buat yang lagi galau beli-beli keperluan bayi *colek NengPutri lagiii hihii..

Intinya,

·         Semua kepake pada waktunya, nah waktunya ini nih sebentar atau bisa jangka panjang? Tipsnya jangan kelewat kalap segala macem mau dibeli, meski akupun tahu godaan kadang sulit ditepis, percaya lahh rejekinya dede itu pasti ada, kita belum beli eh ada yang ngasih, kita beli yang biasa eh ada yang ngasih lebih bagussss, udah beli banyak eh ditambahin lagiiii... hehehe.. seperti ituuuh..
·         Nggak apa-apa baju bayi awal awal itu-itu aja, nanti makin lama kan dedenya makin gede, kita juga tahu nih posturnya dia bagaimana, cepet endut atau enggak. Karena bayi ngga bisa ditebak-tebak.
·         Sekali lagi pilih karena bahannya, nyaman adalah segalanya buat makhluk yang kecil nan mungil.
·         Usahain kita udah nyatet apa aja yang mau dibeli, supaya pas belanja kitanya fokussss!
·         Kalau diliat-liat emang kayaknya banyaakk banget yang harus disiapin, nah itulah gunanya nyicil, sekarang apa besok apa, bulan ini apa, bulan depan apa.. tahu-tahu lengkap deh!
·         Jangan nolak kalau dapet lungsuran, selama masih layak kenapa enggak? Toh nantinya juga kita bakal ngelungsurin barang-barang yang kita beli kok.. karena anak kita nggak selamanya bayi :D
·         Di instagram juga lagi heitsss barang-barang second yang dijual masih bagus, mulai dari baju, mainan, stroller dll, mungkin juga bisa jadi alternatif. Atau jangan takut misalkan bayinya nggak betah distroller/bouncer bisa kita jual kembali.
·         Rental-rental peralatan bayi juga udah banyak pilihannya, bisa jadi alternatif juga kalau mau nyobain dulu sebelum membeli atau misalkan cuma butuh pake buat beberapa hari aja (travelling).

Berikut referensi ol-shop di Instagram

@lovely_lepetite
@burgersbabyshop
@mochitofuid
@milobabyshop
@bebemart_online
@bathikids
@little_sachi
@khaayacollection
@littlebathi
@mybabykingdom
@lumikbabyshop
@tocilbabyshop
@yukibabyshop

Dan berikut baby shopping list yang aku ambil dari blognya Kak Fifi 



Updated!

Pas banget aku nge-post ini, Kak Fi juga posting soal belanja kebutuhan bayi, dan baby shopping listnya juga diperbaharui. 


Semoga postingan ini membantu dan mencerahkan yaa..

Selamat belanja bumils!

See ya,
MiyR


Kamis, 29 Januari 2015

Review RSIA Hermina Ciputat 2014


Kadung janji mau review, jadi marilaaaahh disimak ramai-ramai.. hihi..

Seperti yang udah pernah aku ceritain sebelum-sebelumnya kalau pemilihan RS ini atas dasar yaa mengikuti praktek dokternya. Dokter Riyana praktek di RSIA Hermina Ciputat, dan Klinik Permata Bintaro saja, karena di Klinik Permata ngga bisa cover asuransi, yaa sutralah akhirnya memang berjodoh dengan Hermina.

Suasana RS-nya nggak riweh, pemandangannya nggak jauh-jauh sama Ibu-ibu hamil, anak bayi/balita.. ya menurut loh ke hahahah..  jadi nggak se-penuh RS Umum, kayaknya ini penting deh, soalnya waktu pertama kali periksa di RS Sari Asih, nunggu obat di Apotiknya lamaaaaa *sampe bisa bobok duyu keyes. Kalau di Hermina serba cepet aja (kecuali nunggu panggilan dokter) apotik paling lama 20 menitan, kasir juga paling 5 menitan.

Secara global, kesan selama periksa kesini : pelayanannya ramah, susternya  baik-baik, gedung dan suasana RS nya bersih, lokasinya masuk ke dalam gang lagi jadi nggak terlalu crowded/pinggir jalan, fasilitasnya juga cukup lengkap (USG 4D, NICU, konsultasi laktasi, kelas senam hamil, ruang operasi, klinik kecantikan dll), pemilihan dokternya juga lumayan variatif - banyak obsgyn bagus yang praktek disini, Hermina juga sudah banyak kerjasama dengan banyak Asuransi , PRO IMD, PRO ASI dan rooming in – kalau ibunya mau kasih sufor harus beli sendiri dan menandatangani surat pernyataan, dan menurutku biaya periksanya juga nggak overpriced (tapi nggak bisa dibilang murah juga)  – masih sesuailah dan tergantung dengan obat/vitamin yang diberikan. Teruussss bagian administrasinya komunikatif, beberapa kali dokternya ngubah jam praktek atau batal praktek selalu di informasiin, jadi kita sebagai pasien nggak kuciwa jauh-jauh dateng tapi nggak ketemu dokter.

Kiri : Tanpa obat/vitamin Kanan : Dengan obat/vitamin

Minusnyaaa... diruang menyusuinya banyak nyamuukkk, ruang tunggu juga, cafenya kecil *yailah ke, jajanan disekitarnya juga kurang okeh *makan teroooss hahahah.. ATMnya nggak lengkap (mungkin biar nggak kerame-an juga kali yah) dan aksesnya lumanyan macet tapi untung ada jalan pintas, jadi nggak macet-macet amat lah/masih manusiawi.

Setiap Ibu hamil/pasien baru, setelah periksa ke obsgyn diberikan kesempatan juga untuk konsultasi dengan PMO (Personal Maternity Officer), bidan inilah yang kita bisa tanya-tanya setiap saat soal kehamilan atau apapun yang berhubungan dengan RSnya (kelas senam hamil, seminar-seminar dll) termasuk konsultasi biaya melahirkan, paket-paketnya, kisaran kelebihan biaya dari yang dicantumkan, aturan-aturan RS dsb. Booking kamar bersalin nggak perlu pake DP, cukup isi form aja, udah gitu dapet kartu previllage yang bisa digunain buat kelas gratis senam hamil, kelas laktasi, pijat bayi, senam nifas, kelas prenatal.. lumayaan. Kalau sudah booking, kita dapet jaminan kebagian kamar, pun kamar yang kita booking misalkan penuh (saat hari H) akan di upgrade ke kelas atasnya tanpa tambahan biaya. Oiya, Hermina juga ada program Depomil – semacam tabungan untuk nyicil biaya melahirkan.

Aku dan Rendra, booking kamar VIP dengan perkiraan persalinan normal, tentunya setelah hitung berhitung dong yaa.. tapi siapalah yang menyangka akan c-sect. Sempet mau turun kelas pada saat hari H, tapi Rendra bilang, udah lah udah tanggung.. oke deh akhirnya total biayanya menjadi tak terduga korek-korek celengan.

Total biaya keseluruhan c-sect  VIP di RSIA Hermina 2014

Berikut juga foto-foto ruangan pas mau persalinan, sayangnya Hermina tidak mengizinkan pasien yang lahiran c-sect buat ditemenin. Hikss.. padahal pengen banget ada yg motoin. Eh tapi juga boro-boro kepikiran foto deng, orang saat itu kan operasi mendadak jadi serba gerak cepet.

Ruang Persalinan VIP - Tindakan Normal

Kasur, kursi, kulkas, tv dan toilet 

Penghangat Bayi

pas mau brojol lagi disuapin hehehee..

Dari pengalaman lahiran sampai recovery, yang keingetan terus adalah pelayanan suster-susternyaaa yang ramaaah semuaaaa.. jarang yang jutek, eh malah nggak ada. Semuanya helpful. Dan kayak beneran sayang gitu sama bayi, saabaar banget. Dipanggil juga selalu dateng, dan nggak pernah dibuat nunggu lamaaaa atau dicuek-in. Tiap hari dengan sabar mereka lap-lap badan, gantiin aku baju, sampe ikut bantu mandiin (dikamar mandi) aku pas udah bisa jalan.. padahal waktu itu aku bilang.. "udah sus nggak usah.." dia malah bilang.. "udah bu nggak apa-apa saya bantuin jangan maluuu.." aaahh.. susteeerrr.. eh ini sayah yang lebay apa gimanaahh hehee.. abisnya dari dulu sering dapet cerita kalau suster saat lahiran kadang ada yang jutek, galak, cuek..  tapi alhamdulillah nggak nemu yang begitu. Hari kedua abis lahiran juga ada kunjungan dari bidan-bidan yang ngasih info seputar ASI dan cara menyusui yang benar. Dilanjut sama pijat PD untuk memperlancar ASI dan waktu itu emang PD ku bengkak karena Jani doyan bobok.

Saat Jani dirawat lagi karena kuning, susternya juga ngasih semangat gitu, mungkin ngeliat muka aku kucel, mata panda, stress dan kecapean pasca lahiran plusssss keadaan sekitar yang nggak dukung. "Bu, istirahat ya, dedenya nggak kenapa-kenapa bu.." "Ya ampuuun ibu matanya bengkak banget, udah bu jangan stress bentar lagi dedenya udahan kok disinarnya" dst.. Nggak satupun yang ketusin soal ASI atau nyaranin sufor, semuanya support. Susternya selalu ngabarin kalau Jani mau nenen, nangis atau rewel, malah pas aku ketiduran diruang tunggu, susternya nyamperin dan bangunin aku, pas lagi ketiduran dimobil, susternya juga nelfonin berkali-kali sampe aku bangun.. Hehe..

Oya, ada kejadian lucu, Janinya pup..terus aku manggil suster deh buat gantiin popoknya eeeee pas susternya buka popok pas banget “Crettttt” ee nya beyum celecai.. aaaduuh Janiiiiiiiiihh munclat-munclat ke box bayinya semua penuh dengan ee.. hahahahh.. aku spontan kaget dan minta maaf berkali-kali, tapi susternya malah ketawa, senyum ikhlas sambil bilang “nggak apa-apa ibuuuu” ooh.. suster Cut dimanapun anda berada, nggak bakal deh lupa sama kejadian ituuu hihii.. love u full sus..maap yaaak! :D

Soal administrasinya juga nggak ada kendala, nggak dibikin lamaaa, liat rincian langsung bayar. Eh tapi karena waktu setelah lahiran aku mau dimasukin ke ruang VVIP (karena ruang VIP penuh) tapi letak ruang VVIPnya tersembunyi, sepi dan agak jauh jadinya Rendra protes gitu lah, akhirnya kita terkenal dehh.. setiap kali lewat bagian admin atau kasir beberapa ada yang ngenalin dan selalu negor "Pak Rendra ya? gimana kamarnya pak?" hahahah.. *nanya apa nyindir? :P

Kalau makanan sih bisa dibilang so so aja.. kadang enak sih kadang hambar. Setiap harinya bagian dapur nyodorin kertas tulisan berbagai macam menu sarapan, makan siang, makan malam dan kita tinggal pilih makanan yang di mau. Dari mulai makanan berat sampe buah dan jusnya. Mungkin karena VIP, jadi buat yang nungguin juga dapet makan.

Yang penting lagi adalah soal kebersihan, cleaning service selalu bersihin kamar dua sampai tiga kali sehari, disapu, dipel, kamar mandi juga dibersihin, sampah dibuang. Malahan kita sampe minta tolong terus sama mbak-mbaknya buat bersihin sampah/buang sampah, maklum yang jenguk lumayan banyak jadi rame lah itu gelas bekas aqua/minuman/cemilan.

Okeh okeh.. demikian reviewnya yang panjaaang, semoga buat bumil yang lain bisa jadi gambaran kurang lebihnya kalau mau lahiran disini. For me, nilainya 4 dari 5. Recommended.



See ya'
MiyR