Tampilkan postingan dengan label Melahirkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Melahirkan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Oktober 2015

Histerektomi





Apa sih histerektomi?

Waktu berkunjung ke dokter Wisnu sih dia ngga pake istilah ini, waktu ke dokter Riyana dia jelasinnya histerektomi terus, di depan dokternya iya iya aja sambil mikir maksudnya histerektomi apa yaa.. ooo.. lama lama makin nyambung istilahnya angkat rahim itu histerektomi toh.. *noted

Serem, ngeri, takut bukan dioperasi caesarnya, tapi justru histerektominya..hasil browsing sana sini banyak banget penjelasan dan teknik-teknik operasi, sayatannya, bla bla.. tapi kebanyakan tindakan histerektomi diambil untuk menyelamatkan nyawa pasien kanker, miom dan sejenisnya. Untuk kasus plasenta akreta aku ngga nemu, minimal pengen tau aja gimana sharing pengalaman dari orang lain untuk kasus yang sama, tapi ngga nemuin.

Setelah dipastikan dokter Gatot yang akan nanganin aku, dari beliau pun tidak ada penjelasan yang sangat mendetail untuk tindakan ini. Beneran deh, jadi memilih untuk stop dan ngga browsing atau cari tau lagi tentang histerektomi.. wong dokter ku hanya bilang ‘’ngga ada yang berubah kok.. cuma ngga mens aja selebihnya tetep cantik”

Sebenernya kadang mikir, ih dokter kok gini sih anggep enteng banget, harusnya sebagai pasien kita kan dapet penjelasan detail tuhhh yaa.. semakin kesini semakin dijalanin semakin terlihat bahwa pengalaman ngga bisa bohong, dokter senior mungkin lebih tahu caranya ngadepin pasien labil kayak sayaahhh dengan tidak menjelaskan hal yang belum terjadi. Lagian, dokter-dokter muda sebelumnya sudah cukup menjelaskan banyak – dan berdampak pada kesulitan tidur – serta menimbulkan pikiran yang tidak tidak. Heu.

Pernah pada saat sesi konsul, dokter Gatot menutup semua hasil lab.usg dll.. sambil bilang “gini ya, ini semua hanya prediksi, mungkin saja begini mungkin saja tidak sama sekali, saya sering  menghadapi pasien sulit tapi pada saat penanganannya tidak sesulit yang dibayangkan.. jadi yasudah jangan dipikirkan, tapi kita siapkan yang terbaik.. kalaupun sampai angkat rahim ibu hanya harus ikhlas punya dua anak.. itu saja..” Adem banget dengernya.

Sebelumnya kan aku mikirnya macem-macem tapi dokter Gatot seolah bisa menyadarkan bahwa, kenapa sih mikirin yang aneh-aneh, berasa jadi wanita ngga sempurna lah, berasa hidup akan terhenti kalau ngga punya rahim lagi lah.. hey.. anak dua adalah anugerah, banyak yang belum punya anak tapi harus histerektomi. Sudahlah, bersyukur.

Setelah operasipun, saat ditanya “dok, kenapa jadi histerektomi?” dokter hanya jawab “ini demi nyawa ibu..” GLEK. Sudah! Sudah tidak perlu penjelasan panjang lagi. Dokter sempat ingin mempertahankan rahimku, makanya ada plasenta/ari-ari yang bisa dibawa pulang meskipun kondisinya terpotong-potong. Dari situ semua tahu, dokter tidak main gampang ambil tindakan saja, tapi telah berusaha yang terbaik, sampai akhirnya harus diputuskan histerektomi.

Rahimnya diperlihatkan ke Rendra, Papaku, Ayah dan Mama mertua untuk memastikan hanya rahim yang diangkat. Dan dari pemeriksaan jaringan hasilnya juga menunjukkan bahwa positif plasenta akreta dan pengangkatan rahim adalah keputusan yang tepat.

Rasanya gimana setelah operasi?

Hari pertama memang yang terberat, sakitnya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, si mamah sabar banget ngadepin aku yang waktu itu ngelantur mulu ngomongnya setelah operasi.hahaha.. maklum laperrr tapi ngga boleh makan, hauuuss tapi ngga boleh minum, sakiiiit. Untungnya besokan paginya udah boleh makan minum. Langsung berasa punya tenaga buat ngelawan rasa sakitnya.

Kenapa mesti dilawan? Yaiyalah dilawan banget, aku berusaha buat terus bergerak biar makin terbiasa dan bisa gendong Naya. Bedanya di RS Kramat adalah ngga ada perlakuan spesial gitu, ngeluh sakit dibiarin aja, katanya selama masih bisa ditahan jangan bergantung sama obat. Ya mungkin aja bener, tapiii kan kalau sakitnya menghambat pergerakan mending minum obat, asal sesuai dosis dan nggak berlebihan.

Namun, obat paling ampuh itu adalah Ranaya, tiap kali Ranaya dibawa ke kamar, aku bisa lupa sakitnya, bisa tetiba miring kanan, miring kiri, duduk, berusaha buat nenenin semaksimal mungkin. Meski apalah daya Ranaya harus minum formula terlebih dulu..  *hikss sediihh.. dan waktu Ranaya dibilang kuning/billirubinnya tinggi, nggak lama aku langsung bisa turun dari tempat tidur dan jalan sendiri ke kamar mandi lalu besokannya minta pulang.

Jadi lebih sakit mana caesar pertama atau kedua?

Ini nih pertanyaan yang sering aku tanyain ke temen yang udah rasain caesar dua kali, dan rata-rata semua jawabannya sakitan yang pertama, yaiyalah mungkin yang kedua udah lebih familiar sama sakitnya jadi lebih siap.

Tapi untuk kasus aku mah mungkin jelas beda, menurutku lebih sakit kedua karena ada tindakan tambahan histerektomi, dan obat-obatan yang kurang di RS nya, bener looh ngaruh.. artis-artis caesar ngga sakit karena obatnya bageuuusss sementara ibu-ibu yang caesar pake BPJS sakitnya sampe jejumpalitan. *pernah baca postingan dokter BPJS yang sedih harus mengurangi obat-obatan ke pasiennya.

Karena aku juga konsul ke dokter Riyana, jadi dikasih obat tambahan dan maknyus sekali, sakitnya ngga berasa dan aku bisa aktifitas mengurus Ranaya.

Keluhan?

Alhamdulillah sih enggak ada, tapi memang aku mencoba jaga kondisi aja dengan ngga terlalu angkat beban berat seperti beratnya beban hidup, terlalu cape seperti menghadapi sua..*ah sudahlah, terlalu stress seperti mikirin ut*ng, aku lebih banyakin liburan seperti bolos kerja, banyakin belanja seperti misalnya belanja sayur ke pasar.. hahahaa.. *da aku mah apa atuh

Yaa so far alhamdulillah tidak ada keluhan yang berarti, semoga kedepannya juga sehat selalu..aamiin.. yang penting sih tetep menjaga kesehatan, makan teratur, minum vitamin (walau ga rutin), sama tidur/istirahat cukup.

Pesan dan Kesan.

Intinya rejeki anak itu memang Allah SWT yang maha mengatur, ketika kita diberikan kepercayaan untuk hamil ya benar-benar dijaga, dinikmati prosesnya, jangan malas periksa ke dokter, kalau punya rejeki lebih mending sekali USG dengan 4D biar bisa kelihatan lebih detail, kalau dinyatakan ada masalah pada kandungannya jangan keburu stress, cari option lain, pilihan lain, cari tahu banyak, buat para suami juga harus mendukung penuh istrinya, selalu berikan stimulasi ke anak sejak dari kandungan, afirmasi terus ke bayinya, banyak do’a, banyak berserah, jangan egois – tetap makan sehat, minum vitamin, jaga kondisi dan jangan meratapi/sedih berlebihan.

Khusus untuk yang sudah terdiagnosa plasenta akreta, lebih baik memilih RS yang siap Bank darah, untuk mengantisipasi pendarahan, biasanya pendarahan hebat adalah salah satu penyebab kematian yang paling sering terjadi. Pernah ada diberita, seorang ibu meninggal setelah melahirkan secara caesar, setelah lahiran pendarahan hebat dan dioperasi kembali untuk pengangkatan rahim, namun sudah terlambat. Karena kalau plasenta akreta tidak terditeksi dini, dan pada saat operasi caesar plasenta ditarik/diambil resikonya sangatlah fatal. Jadi alangkah lebih baik, memeriksakan kondisi kehamilan secara medis dan rutin, pilih dokter yang memang sudah pro, RS yang mendukung (alat-alatnya, nicu, dll).


Semangat!
MiyR

Kamis, 01 Oktober 2015

ALHAMDULILLAH, Ranaya.. (Ceritanya Melahirkan)

De, saat mamiy tulis ini, mungkin kamu lagi minum ASIP dirumah sama nenek.. Maaf ya nak, sementara kita harus seperti ini.. berjauhan kalau siang, demi kamu juga.. demi Teteh Jani.. demi kita..

De Nay.. sebelumnya tidak pernah mamiy duga kalau cerita melahirkan kamu akan sebegininya membekas bagi mamiy.. mamiy fikir, anak ke dua prosesnya pastilah biasa aja.. karena udah pernah sebelumnya.. nyatanya? Allah kasih ujian yang harus dilalui dengan ikhlas.. proses demi proses sudah dilewati, dari pencarian dokter, rumah sakit, memastikan apa itu plasenta akreta, bahayanya, akibatnya, persiapannya, kemungkinan terburuknya.. semua sudah tergambar jelas.. tinggal eksekusinya aja di hari H.

Mamiy sudah mempercayakan Dokter Gatot untuk proses operasinya, dengan dia mamiy merasa tenang dan nyaman.. entahlah mungkin karena pengalamannya itu.. beliau tidak pernah sekalipun membuat mamiy patah hati, down, ataupun takut.. ya takut.. mamiy takut banget de.. takut ngga bisa gendong kamu saat setelah lahiran nanti.. Allahuakbar.. sebegitu jauhnya pemikiran mamiy de.. tapi makin deket harinya, mamiy makin tenang, makin ikhlas dengan apa yang akan mamiy hadapi, dengan apa yang akan terjadi..

Sebelumnya dijadwalin kalau kamu akan lahir di tanggal 15 Mei 2015, cantik ya tanggalnya? Tapi apalah daya, manusia berencana Tuhan juga kan yang menentukan. Ternyata Dokter Gatot ada planning lain ditanggal itu, dan rencana operasipun diundur sampai diatas tanggal 20 Mei. Huuu.. mamiy bingung, apa nggak kelamaan ya.. takutnya kamu udah kontraksi, nanti malah makin bahaya. Ditengah kegalauan mamiy curhat ke Dokter Riyana.. beliau bilang jangan sampai diatas tanggal 20, lebih baik minta maju aja jadwalnya. Mamiy mondar mandir ke Hermina untuk suntik pematangan paru, minta surat rekomendasi, juga test darah lalu ke Kramat 128 nemuin Dokter Gatot, sambil setengah memohon satu hari kosong untuk kita, yah de kamu tahu sendiri Dokter Gatot kan memang super duper sibuk . Dan akhirnya tercatatlah sudah tanggal 13 Mei 2015 jam 17:00 WIB mamiy akan operasi c-sect di RS Kramat 128.

12 Mei 2015


Siang itu mamiy sama papiy berangkat ke RS berduaan untuk nginep di RS, memang prosedurnya sebelum operasi c-sect pasien harus masuk RS sehari sebelumnya. Sesampainya di RS, mengurus administrasi sebentar langsung masuk kamar dan nggak boleh keluar lagi..hikss padahal mamiy teramat sangat lapaaarrr..

Sambil nunggu papiy beli makanan, mamiy diculik sama suster buat cek jantung.. ditempel alat sana sini, dijepit-jepit..kirain rasanya bakalan kayak kesetrum.hihi.. ternyata ngga kerasa apa apa.. lanjut cek jantung kamu de.. alhamdulillah normal, malah dibilang kamunya aktif banget dan sempat kontraksi. Mamiy disuruh banyak minum dan istirahat aja dikamar.. baiklaahh..

Berduaan doang dikamar sama papiy kamu ternyata seru juga.. kita ngobrolin macem-macem, becandaan, nonton tv, sholat jamaah, kadang sibuk sama games di hp masing-masing sampe tahu-tahu ketiduran.

Jam 8 malam Dokter Gatot datang untuk visit, aduhh de.. dokter kamu ini santai banget, bawa stetoskop juga engga... Dokternya cuma tepuk-tepuk betis mamiy gitu sambil bilang, “udah bu, tidur aja rileks, istirahat, besok insyaAllah lancar, berdo’a yang banyak yaah..” iya dook.. yaudah gitu doang.. hahahaa.. mamiy nggak jadi nervous deh..

Okey, waktunya tidur, mamiy tidur berdua papiy kamu seranjang RS yang sempit, ala ala film korea. Eh nggak se romantis itu sih.. malah seseg.

13 Mei 2015

Nggak ada yang ngalahin nyenyaknya tidur di ranjang sendiri, dirumah sendiri.. semaleman mamiy tidur tapi suka kebangun-bangun, dan yang diliat cuma jam dinding.. jam 5 subuh mamiy bangun sholat dan lapeeerrr.. untung aja sarapan dianterin jam setengah 6. Langsung lahap deh makannya. Papiy juga cari sarapan dan mamiy ikutan makan lagi : nasi uduk, kue cubit, susu, es teh semua ludes.

Jam 11 siang mamiy sudah harus puasa, ngga boleh makan apa apa lagi. Huiks.. kebayang deh lapernya kayak apa nanti. *krucuk-krucuk*

Semua pada dateng loh de, nenek aki, nini abah, semuaaa dateng.. semua deh pokoknya.. semua mau support mamiy, biar mamiy kuat tentu juga ngga sabar mau liat kamu lahir. Teteh Jani apalagi de, dia nggak bisa diem di RS, jadi primadona-nya, digendong-gendong terus sama bidan-bidan, gemes katanya.

Lanjut jam 3 sore, mamiy kuras perut... hiyyy serem dimasukin cairan yang bisa bikin mules gitu dan bener aja mamiy langsung ngibrit ke kamar mandi, sekalian juga mandi biar seger lalu sholat ashar, minta sama Allah semoga semuanya dimudahkan, kamunya sehat, mamiynya dikasih kesempatan buat membesarkan kamu..aamiin.



Mamiy udah siap, udah wangi, udah cakep (kata mamiy sendiri), dipasanglah itu infus sama susternya. Dalam hati bilang.. Ya Allah.... sebentar lagiiiiii..... ya Allah................. suasana yang tadinya riuh rame ketawa-tawa becanda langsung sedikit hening..... nenek mijitin kaki mamiy, biar rileks katanya... papiy juga ikutan usap-usap punggung mamiy... ya Allah......... sebentar lagiiiii..................

Suster dateng buat jemput, ayuk bu... sudah siap ya? Kita ke ruang operasi.... mamiy tiduran gitu didorong diatas kasur, macem film-film... semua juga pada nyiumin mamiy.. aahh.. mamiy sebel.. mamiy udah nahan nangis, jadi banjir se banjir banjirnyaaaaaaa... makasih ya Allah dikasih keluarga yang sebegini supportnya, sampe sepupu-sepupu semua dateng nyiumin kening.. “teteh... kuat ya teh..” ya atuh tetehnya jadi terenyuhhhh....

Andaikan mamiy kamu Nagita Slavina mungkin operasi cesar begini bisa didampingin papiy kamu atau nenek.. hahhaaa.. mamiyyy..ngayal ajahh *jitak.. tapi kan mamiy ini apalah apalah.. jadinya kudu berani maju sendirian dimeja operasi *aduh bahasanya..eh tapi bener mamiy pas masuk ruang operasi jadi ngerasa yah.. sendiri banget.

Semuanya terasa familiar, meski ditempat yang berbeda. Ruangan yang seperti kulkas dinginnya, peralatan yang tertata rapi, tertutup kain, orang-orang yang berpakaian hijau-hijau dan kali ini lebih banyakk entah siapa mereka, lampu besaaaaaaaaaaaaaar... semuanya terasa tidak asing.. baru kemarin menghadapi ini untuk Rinjani, sekarang untuk Ranaya.. Allah.. hamba pasrah sepasrah-pasrahnya, apapun yang terjadi hamba hanya ingin Ranaya selamat.. sehat.. lengkap.. baik-baik saja.. mungkin bertahannya mamiy adalah bonus yang mamiy sudah pasrahkan sepenuhnya sama Allah..

Pikiran mamiy kemana-mana nak.. mamiy ngga mau denger bunyi gesekan pisau, gunting? Atau apalah itu... mamiy kayak orang linglung sampai seorang dokter datang....

“Ibuuuuuu.. sudah siap ya buuu...”

“iya..”

“ibu.. ini anak keberapa?”

“kedua..”

“sebelumnya cesar?”

“iyaaa...”

“dimana?”

“hermina ciputat”

“kok jauh banget dari sini? Ibu rumahnya dimana?”

“.... *jeda dikit, nggak langsung jawab

“ibuuuuuuuuuuuuuuuuuu.. bu.. rumahnya dimana?”

“cipadu..”

“Cipadu itu yang dari arah.. bla blaaa....”

Mamiy seperti dialihkan perhatiannya, diajak bicara terus, dokter itu nanya teruuuus-terusan, kalau mamiy telat jawab dia akan teriak ibuuuuuuuuuuuuuu..panjang banget de.. hahhaa mamiy selalu nurutin pokoknya.. semua pertanyaan dia mamiy jawab.. sambil mamiy dipasang alat alat entahlah apa.. kedua tangan mamiy diikat lagi  seperti dulu..

Sesuai rencana operasi dimulai jam 5, tapiiiiiiiiii.. seperti biasa juga dokter Gatot suka molor molor dikit, bilangnya udah disepeda.. udah jalan.. berarti sebentar lagiiiiiiiiiiiiii...............semuanya akan dimulai.

Hallooo.. maaf telat dikit, ayo kita mulai, gimana ibu? Sehat ya.. “ya dok...” tenang aja bu nanti tau-tau bayinya lahir, udah selesai deh.. banyak yang bantu loh bu ini.. ada ahli hipnoterapi juga bu.. jadi ngga sakit lah bu.. ayo kita mulai ya...

Seketika.... oooo.. jadi yang tadi nanya terus ituuu mamiy lagi dihipnotis gitu kali ya biar ga tegang... yayaya...

Bismillah.... al fatihah....

Mamiy dibius ditulang ekor.. rasanya? Biasa aja.. karena yang mamiy sangat rasakan adalah kedinginan..... sudah ba-al.. dan operasipun dimulai...

Kain hijau nutupin pandangan mamiy ke arah perut, tapi mamiy bisa liat pantulannya diatas lampu.. lagi-lagi mamiy hanya menengok ke kiri saja... diiringi love song jaman bahela.. dokter Gatot melaksanakan tugasnya..

Tiba-tiba ada asap... bau gosong...

Diapain perut gueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee... astagfirullah.. mamiy langsung merem ajah. Laser kah itu? Bodo amat mamiy ngga peduli......... tidur tidur Allahuakbar.. ampuni hamba ya Allah.......

Dokter Gatot dibantu sama asistennya, perempuan.. yang menurut mamiy dia excited banget diajak operasi rumit seperti ini, nanya terus, komen terus, dokter Gatot juga selalu menerangkan, nah kalau begini ni... keliatan kan begini.. harus diginiin.. jangan begini.. sebaiknya begitu.. bla bla.. jadi mamiy juga berasa lagi dengerin dokter ngajarin praktek langsung di perut mamiy, langsuuuung!

Setelah kurang lebih 10-15 menit-an

Bu.. ibuuuu.. bayi nya dikeluarin ya buuuuu.......

Allah Allah... Allah......... Ranayaku.. naya.. de....... kuat ya de.......

Eaaak.. ea... eaaaakk.........

Perempuan ya bu, lahir jam sekian sekian *mamiy lupa*

Ya Allah de nayyyyaaaaaaa.. mamiy tetiba nangis kenceeeng...

Kamu langsung dibawa, takut kedinginan katanya..

ALHAMDULILLAH YA ALLAH.. Ranaya.. de...... ini mamiy sayang...................... pinter.. bageur.. sama bu bidan dulu ya nak...

---

Nah.. bayi nya sudah kan.. sekarang kita kerjakan ini dan ini dan ini.... terlihat kan seperti ini...... percakapan dokter Gatot nggak mau mamiy denger, tapi ya kedengeran.. fokus mamiy kepecah jadi dua.. antara mikirin kamuuu.. mau ketemu kamuuu.. sama ini perut mamiy mau diapain lagi.......

Operasi terus berjalan sampai akhirnya bidan dateng bawa kamu Nay... aaaaaaaaaaaahhh alhamdulillahhhhh Naya... kamu imut, mungil sekaliii nakk.. cantik. Sama bidan, kamu suruh nenen, diarahin ke puting.. tapi.. dokter Gatot langsung bilang... “mba.. mba.. bayinya nanti aja yaa.. kalau sudah selesai yaaaaa..”

Ini dokter kenapa??

Mas mas.. *manggil staf nya gitu

Tolong..tolong kabari keluarganya, bayinya perempuan, sehat, dan ibunya masih lanjut operasi, histerektomi.

NO! Enggak! nggak mungkin salah denger.. histerektomi.. ya... angkat rahim.. ya.. yang terbaik mungkin... pasraaaaaaaaaaaaaaahh... rasanya makin nggak enak perut ketarik-tarik, mual.. sempet muntah juga.. perut bener-bener nggak enak.. kayak melompong, tapi kayak diobok-obok juga. nengok sedikit ke kanan, udah ada kantong darah disana.. transfusi nya jadi juga... Allah.......  hanya ingin ini cepat selesai... hanya ingin ini cepat berlalu...... cepat.

Dokter yang udah agak tua itu selalu nyamperin mamiy, sambil bilang sabar ya bu.. kuat ya bu.. merem aja nggak apa-apa... ibu yang dirasain apa? *sambil usap-usap kepala mamiy*

 “dingin dok”

Entahlah tapi mamiy langsung kebayang almarhum Aki... persis.. mamiy jadi langsung berasa ditemenin aki.. jadi ngerasa tenang lagi.. sambil zikiran terus.. setiap kerasa apa langsung nyebut keras-keras. Mamiy mulai ngga santai, ngga bisa kalem..

Jarum jam udah ke arah jam 8 nan..

Dokter Gatot bilang, selamat ya bu.. bayinya sehat... operasinya selesai ya bu.. tinggal dijahit saja.. saya tinggal dulu ya bu..

“makasih dok”

Alhamdulillahhh.. semuanya selesai sudah.. Naya.. manaa.. mamiy mau ketemu kamu nak.. 

Alhamdulillah kita baik-baik saja..

ini selesai sudah...

Allah maha baik...

Alhamdulillah.

Ranaya Aisha Harumi
13 Mei 2015
2,8 Kg ~ 48 cm
dr. Gatot Purwoto
RS Kramat 128 



R.A.H



Ranaya : Sejahtera
Aisha : Kehidupan
Harumi : Cantik (musim semi di Jepang)

Ranaya itu bagaikan kejutan manis disaat yang tak terduga, Ranaya memang tidak perlu diminta dalam do’a panjang, tapi Ranaya hadir untuk memberikan berkah dalam kehidupan kami.. Manusia kodratnya memang tidak pernah merasa cukup, tapi bagi kami kehadiran Ranaya adalah cukup. Pelajaran mahal dalam hidup bahwa bersyukurlah maka rejekinya akan ditambah, ikhlaslah karena segalanya hanya milik ALLAH AZZA WA JALLA.


Terima kasih de.. sudah bertahan dengan hebatnya selama 36 Minggu.. Sungguh, Ibumu ini teramat menyayangimu.. 


With Love,
MiyRPiyRTehRinjani

Kamis, 29 Januari 2015

Review RSIA Hermina Ciputat 2014


Kadung janji mau review, jadi marilaaaahh disimak ramai-ramai.. hihi..

Seperti yang udah pernah aku ceritain sebelum-sebelumnya kalau pemilihan RS ini atas dasar yaa mengikuti praktek dokternya. Dokter Riyana praktek di RSIA Hermina Ciputat, dan Klinik Permata Bintaro saja, karena di Klinik Permata ngga bisa cover asuransi, yaa sutralah akhirnya memang berjodoh dengan Hermina.

Suasana RS-nya nggak riweh, pemandangannya nggak jauh-jauh sama Ibu-ibu hamil, anak bayi/balita.. ya menurut loh ke hahahah..  jadi nggak se-penuh RS Umum, kayaknya ini penting deh, soalnya waktu pertama kali periksa di RS Sari Asih, nunggu obat di Apotiknya lamaaaaa *sampe bisa bobok duyu keyes. Kalau di Hermina serba cepet aja (kecuali nunggu panggilan dokter) apotik paling lama 20 menitan, kasir juga paling 5 menitan.

Secara global, kesan selama periksa kesini : pelayanannya ramah, susternya  baik-baik, gedung dan suasana RS nya bersih, lokasinya masuk ke dalam gang lagi jadi nggak terlalu crowded/pinggir jalan, fasilitasnya juga cukup lengkap (USG 4D, NICU, konsultasi laktasi, kelas senam hamil, ruang operasi, klinik kecantikan dll), pemilihan dokternya juga lumayan variatif - banyak obsgyn bagus yang praktek disini, Hermina juga sudah banyak kerjasama dengan banyak Asuransi , PRO IMD, PRO ASI dan rooming in – kalau ibunya mau kasih sufor harus beli sendiri dan menandatangani surat pernyataan, dan menurutku biaya periksanya juga nggak overpriced (tapi nggak bisa dibilang murah juga)  – masih sesuailah dan tergantung dengan obat/vitamin yang diberikan. Teruussss bagian administrasinya komunikatif, beberapa kali dokternya ngubah jam praktek atau batal praktek selalu di informasiin, jadi kita sebagai pasien nggak kuciwa jauh-jauh dateng tapi nggak ketemu dokter.

Kiri : Tanpa obat/vitamin Kanan : Dengan obat/vitamin

Minusnyaaa... diruang menyusuinya banyak nyamuukkk, ruang tunggu juga, cafenya kecil *yailah ke, jajanan disekitarnya juga kurang okeh *makan teroooss hahahah.. ATMnya nggak lengkap (mungkin biar nggak kerame-an juga kali yah) dan aksesnya lumanyan macet tapi untung ada jalan pintas, jadi nggak macet-macet amat lah/masih manusiawi.

Setiap Ibu hamil/pasien baru, setelah periksa ke obsgyn diberikan kesempatan juga untuk konsultasi dengan PMO (Personal Maternity Officer), bidan inilah yang kita bisa tanya-tanya setiap saat soal kehamilan atau apapun yang berhubungan dengan RSnya (kelas senam hamil, seminar-seminar dll) termasuk konsultasi biaya melahirkan, paket-paketnya, kisaran kelebihan biaya dari yang dicantumkan, aturan-aturan RS dsb. Booking kamar bersalin nggak perlu pake DP, cukup isi form aja, udah gitu dapet kartu previllage yang bisa digunain buat kelas gratis senam hamil, kelas laktasi, pijat bayi, senam nifas, kelas prenatal.. lumayaan. Kalau sudah booking, kita dapet jaminan kebagian kamar, pun kamar yang kita booking misalkan penuh (saat hari H) akan di upgrade ke kelas atasnya tanpa tambahan biaya. Oiya, Hermina juga ada program Depomil – semacam tabungan untuk nyicil biaya melahirkan.

Aku dan Rendra, booking kamar VIP dengan perkiraan persalinan normal, tentunya setelah hitung berhitung dong yaa.. tapi siapalah yang menyangka akan c-sect. Sempet mau turun kelas pada saat hari H, tapi Rendra bilang, udah lah udah tanggung.. oke deh akhirnya total biayanya menjadi tak terduga korek-korek celengan.

Total biaya keseluruhan c-sect  VIP di RSIA Hermina 2014

Berikut juga foto-foto ruangan pas mau persalinan, sayangnya Hermina tidak mengizinkan pasien yang lahiran c-sect buat ditemenin. Hikss.. padahal pengen banget ada yg motoin. Eh tapi juga boro-boro kepikiran foto deng, orang saat itu kan operasi mendadak jadi serba gerak cepet.

Ruang Persalinan VIP - Tindakan Normal

Kasur, kursi, kulkas, tv dan toilet 

Penghangat Bayi

pas mau brojol lagi disuapin hehehee..

Dari pengalaman lahiran sampai recovery, yang keingetan terus adalah pelayanan suster-susternyaaa yang ramaaah semuaaaa.. jarang yang jutek, eh malah nggak ada. Semuanya helpful. Dan kayak beneran sayang gitu sama bayi, saabaar banget. Dipanggil juga selalu dateng, dan nggak pernah dibuat nunggu lamaaaa atau dicuek-in. Tiap hari dengan sabar mereka lap-lap badan, gantiin aku baju, sampe ikut bantu mandiin (dikamar mandi) aku pas udah bisa jalan.. padahal waktu itu aku bilang.. "udah sus nggak usah.." dia malah bilang.. "udah bu nggak apa-apa saya bantuin jangan maluuu.." aaahh.. susteeerrr.. eh ini sayah yang lebay apa gimanaahh hehee.. abisnya dari dulu sering dapet cerita kalau suster saat lahiran kadang ada yang jutek, galak, cuek..  tapi alhamdulillah nggak nemu yang begitu. Hari kedua abis lahiran juga ada kunjungan dari bidan-bidan yang ngasih info seputar ASI dan cara menyusui yang benar. Dilanjut sama pijat PD untuk memperlancar ASI dan waktu itu emang PD ku bengkak karena Jani doyan bobok.

Saat Jani dirawat lagi karena kuning, susternya juga ngasih semangat gitu, mungkin ngeliat muka aku kucel, mata panda, stress dan kecapean pasca lahiran plusssss keadaan sekitar yang nggak dukung. "Bu, istirahat ya, dedenya nggak kenapa-kenapa bu.." "Ya ampuuun ibu matanya bengkak banget, udah bu jangan stress bentar lagi dedenya udahan kok disinarnya" dst.. Nggak satupun yang ketusin soal ASI atau nyaranin sufor, semuanya support. Susternya selalu ngabarin kalau Jani mau nenen, nangis atau rewel, malah pas aku ketiduran diruang tunggu, susternya nyamperin dan bangunin aku, pas lagi ketiduran dimobil, susternya juga nelfonin berkali-kali sampe aku bangun.. Hehe..

Oya, ada kejadian lucu, Janinya pup..terus aku manggil suster deh buat gantiin popoknya eeeee pas susternya buka popok pas banget “Crettttt” ee nya beyum celecai.. aaaduuh Janiiiiiiiiihh munclat-munclat ke box bayinya semua penuh dengan ee.. hahahahh.. aku spontan kaget dan minta maaf berkali-kali, tapi susternya malah ketawa, senyum ikhlas sambil bilang “nggak apa-apa ibuuuu” ooh.. suster Cut dimanapun anda berada, nggak bakal deh lupa sama kejadian ituuu hihii.. love u full sus..maap yaaak! :D

Soal administrasinya juga nggak ada kendala, nggak dibikin lamaaa, liat rincian langsung bayar. Eh tapi karena waktu setelah lahiran aku mau dimasukin ke ruang VVIP (karena ruang VIP penuh) tapi letak ruang VVIPnya tersembunyi, sepi dan agak jauh jadinya Rendra protes gitu lah, akhirnya kita terkenal dehh.. setiap kali lewat bagian admin atau kasir beberapa ada yang ngenalin dan selalu negor "Pak Rendra ya? gimana kamarnya pak?" hahahah.. *nanya apa nyindir? :P

Kalau makanan sih bisa dibilang so so aja.. kadang enak sih kadang hambar. Setiap harinya bagian dapur nyodorin kertas tulisan berbagai macam menu sarapan, makan siang, makan malam dan kita tinggal pilih makanan yang di mau. Dari mulai makanan berat sampe buah dan jusnya. Mungkin karena VIP, jadi buat yang nungguin juga dapet makan.

Yang penting lagi adalah soal kebersihan, cleaning service selalu bersihin kamar dua sampai tiga kali sehari, disapu, dipel, kamar mandi juga dibersihin, sampah dibuang. Malahan kita sampe minta tolong terus sama mbak-mbaknya buat bersihin sampah/buang sampah, maklum yang jenguk lumayan banyak jadi rame lah itu gelas bekas aqua/minuman/cemilan.

Okeh okeh.. demikian reviewnya yang panjaaang, semoga buat bumil yang lain bisa jadi gambaran kurang lebihnya kalau mau lahiran disini. For me, nilainya 4 dari 5. Recommended.



See ya'
MiyR

Senin, 26 Januari 2015

Perkiraan Biaya Melahirkan (RSIA di Ciputat dan Pamulang)

Urusan lahiran ternyata memang butuh pemilihan juga persiapan yang lumayan. Buat yang emang lebih rejekinya ya bisa dengan enak nunjuk RS juga kamarnya.. hahaa.. nah bagi yang nanggung kayak sayah ya kudu cerdas aja memilih mana yang sesuai dengan limit asuransi atau kalaupun ada tambahan biaya masih bisa terjangkau.

Pengalaman melahirkan Jani, memang agak “bablas” lebihnya, dipikir-pikir nggak apa-apa lah toh anak pertama ini.. jadi mutusin buat ambil kamar VIP dengan estimasi lahiran normal, kenyataan memang berkata lain, harus c-sect dan biayanya lebih besar lagi. Sempet shock ya.. namun kebahagiaan kami sungguhlah tak ternilai dengan nominal yang dikeluarkan.. sumfahh *benerin jilbab*

Untuk kelahiran kedua ini, aku lebih memperhitungkan segalanya, bukan karena apa-apa.. tarif melahirkan itu layaknya apartemen, harga naik setiap tahun , tanpa pemberitahuan dan presentase kenaikannya juga “lumayan”. Sebenernya mah udah cocok aja sama RSIA Hermina Ciputat tapi karena mau mempersiapkan kalau-kalau lahirannya c-sect lagi dan biaya melahirkan dengan kamar VIP itu sekitar 25 jutaan, so kayaknya harus mulai mencari RS lain deh.

Kenapa harus VIP? Bentar dulu, bukannya sok atau gimana yaa.. tapi namanya abis lahiran kita tuh butuh banget privacy, pengen istirahat, kalaupun berisik dan terganggu minimal sama keluarga sendiri. kebayang kalau harus berbagi kamar dengan ibu-ibu yang lain. Belum yang besuk banyak, mondar-mandir sana sini, aku kan juga berhijab, agak nggak bebaslah gitu. Minimal kelas I, kalaupun harus berbagi kamar ya cuma sama 1 orang atau sambil berdo’a-do’a juga nggak ada yang nempatin tempat tidur sebelah..hahaha...

Berbekal rasa penasaran sama beberapa RSIA diseputaran Ciputat-Pamulang, hari Minggu kemarin aku dan Rendra juga Jani keliling nanya-nanya perkiraan biaya melahirkan. Berikut info yang kita dapetin.


RSB Citra Ananda Ciputat



RSB ini masih terbilang baru, dan sepiii.. setiap lewat sini hanya terlihat beberapa sepeda motor dan mobil ambulance yang mejeng diparkiran. Lokasinya deket banget dari rumah, kalau dari arah ciputat nggak jauh setelah pertigaan Soerabi Bingung, kalau dari arah parung nggak jauh setelah SAMSAT.

Pas masuk kedalem kesan pertama adalah RS nya homey.. ditengah-tengah ada taman kecil gitu. Masih sangat sepi dan sederhana. Obgyn yang praktek juga baru 2 orang, dokter Ning dan dokter Ivander. Dibagian depan banyak terpajang foto-foto bayi 4D, kebetulan juga RS ini lagi promo screening 4D hanya 300rb sajah. Dan yang lebih membahagiakan melihat perkiraan biaya melahirkannya... sangat on budget



Tapi.......... asuransi Sinarmas/admedika belum masuk.. hiks.. kata mbaknya sih sedang proses, kalau berjodoh mudah-mudahan bulan 6 sudah kerjasama yaaa..


RSIA Permata Sarana Husada Pamulang.



Dulu banget, dokter Riyana pernah praktek disini. sekarang sudah enggak lagi. Hasil blogwalking ada yang share pengalaman ngelahirin disini dan kemudian penasaranlah pengen liat langsung RS nya.

Meskipun letaknya didalem komplek Pamulang Permai, RS ini menerima BPJS, ada fasilitas ambulance juga dan ada waterbirth (nggak tau sampe sekarang apa enggak). Pas mau masuk dari pintu samping eeehh dikuci, jadilah lewat pintu IGD *jreeengg, masa lewatin ruang IGD aja gituu, terus keliatan ruang operasi, langsung bangku-bangku ruang tunggu, kasir, ATM. Agak sumpek memang, nggak kebayang aja kalau pasiennya lagi rame.


Pake sinarmas sih bisaaa.. tapi biaya diatas belum termasuk biaya obat-obatan, dan apabila mau c-sect dihari libur dikenakan biaya tambahan 20%. Aihh mahal banget kayaknya lahiran weekend.


RSIA Buah Hati Pamulang




RSIA Buah Hati sebenernya ada 2, di Kedaung dan Pamulang. Karena nggak se-arah-an, jadi kemarin yang didatengin Pamulang aja. RSnya bagus lah yaa.. lumayan besar. Ada temen juga yang 2 tahun lalu melahirkan disini. Sekarang harganya sudah naik dan akan naik lagi per-1 Februari.



Pas ditanya kenaikannya berapa persen, si embaknya bilang kurang tahu. Tapi pengalaman 2013 ke 2014 sekitar 2 jutaan naiknya. Hemmhemmm.. dan harga itu belum termasuk visit dokter, obat-obatan dll. (kalau ibu dan bayinya sehat-sehat aja kira-kira nambah 2-4 jutaan).


Okay, segitu dulu info seputar biaya lahiran, ada beberapa RS yang juga udah ditanya via telfon, nanti dishare menyusul yah.



See ya'
MiyR

Rabu, 01 Oktober 2014

Ceritanya Ng-ASI

Pompa pompa pompaaaaa...!

Keinginan buat ngasih Jani Asi Eksklusif seharusnya bukan jadi hal yang susah buat dilakuin, sewajarnya memang bayi minumnya ASI, dari dulu bukannya  begitu? Tapi ya emang jaman udah berubah banget, pikiran orang juga udah terkontaminasi sana sini, bukan nyinyir soal sufor *to the point*, tapi setiap ibu pasti punya keinginan yang terbaik buat anaknya. Kecuali ASI aku emang nggak keluar, lain lagi ceritanya..

Setelah Jani keluar dari RS dan bilirubinnya stabil, aku ngurus jani sendiri dirumah, bener-bener dari mandi, nenenin, ganti popok, jemur-jemur, gendong-gendong..dll. Hosshhh.. rasanya capek, gedumbrangan, riweh, tapi seneng.. dengan harapan bb juga cepet turuuuuun ye*hahahah..  tapi akhirnya bala bantuan juga datang, mama atau mama mertua gantian nemenin nginep.

Jani dengan bebas sebebas-bebasnya nenen langsung dari pabriknya, kebetulan juga udah punya pompa ASI sih, tapi entah kenapa hasil pompa kayaknya ngga sebanyak nenenin langsung *yaiyalah yaa.. ibaratnya kalau nenen itu ciuman bibir, kalau mompa ciuman sama foto *kata Ayah ASI lhoo.. hihi.. etapi emang bener. Mompa harus rajin dan teratur supaya produksinya juga makin banyak.

Dodolnya sayaa adalah.. nyetok ASInya nanti-nanti, kalaupun nyetok, terus aja abis karena diminumin ke Jani, niatnya ya pemirsa aku mau berenti kerja.. jadi weeeh eta leha leha soal nyetok menyetok ASIP. Dann pada saatnya tiba, aku masih belum bisa resign, it means jani need a lot of ASIP!! Hiksss...

Panik? Engga juga sih.. karena tekad bulat ASIX jadinya santai dan sangat percaya meski telat nyetok, ASINYA CUKUP BUAT JANI! Yes.. kiat berhasil ASIX adalah menyusui dengan kerassss kepalaa! Sebotol demi sebotol kekumpul buat jani, sistem kebut, sistem kejar tayang. alhamdulillaahhh jani ngga pernah kekurangan, meski aku juga ngga punya stok bejibun seperti ibu-ibu lainnya.

Yang bikin tenang sih waktu pas cek jahitan 40hari, Dokter Riyana ku tercinta  ngasih wejangan soal ASIP. Kira-kira dia bilang begini  :

“Sekarang ibu kalau mompa dapet 50 ml? Itu banyakkkk bu.. banyaakk.. syukuri setiap hasil kita mompa, yakin ASI kita cukup buat bayi, kamu juga ngga mesti punya ASIP berpuluh-puluh botol dikulkas kalau akhirnya juga kadang kebuang juga, yang penting cukup bu, sebenarnya pola penyimpanan ASI hanyalah cara untuk bayi tetap bisa minum ASI meski ibunya kerja, anak ngga ngerasa jauh-jauh amat sama ibunya, bonding antara ibu dan anak terjaga, tetap yang terbaik adalah ASI FRESH dari pabriknya, biarin dia kangen-kangenan nenen kalau malem.. selama kita kerja, terus mompa dengan happy, makan makanan yang beragam, karena ASI itu kaya rasa, jangan katuk lagi..katuk lagi.. “

Hadyuuuhh dokterrrrrrrr... kata-katanya tuh bisa bikin keingetan dan ya realistis juga bikin semangat! Yuks ahh busui.. kita lanjutkan perjuangan sampai 2 tahun. PASTI BISA! Insha Allah. Aamiin.

Btw

Ini foto jani dari bulan ke bulan, terakhir nimbang pas imunisasi 4 bulan itu 8,1kg! Yay sehat terus sayang.. HIDUP ASI!


Janiku Janidut :*
 Love ya,
MiyR&BabyR

Minggu, 10 Agustus 2014

Bayi Kuning (Jaundice)

Ikterus neonatorum (bayi baru lahir berwarna kuning) adalah kondisi munculnya warna kuning di kulit dan selaput mata pada bayi baru lahir karena adanya bilirubin (pigmen empedu) pada kulit dan selaput mata sebagai akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah (hiperbilirubinemia). Keadaan kuning pada bayi lahir ini dalam istilah umum sering disebut jaundice.

Bayi kuning atau jaundice adalah suatu keadaan dimana kadar bilirubin dalam darah tinggi dan terjadi pada minggu pertama kehidupan sang bayi. Kadar bilirubin dalam darah bersifat toksik bagi perkembangan system saraf pusat bayi, hal tersebut dapat mengakibatkan kerusakan saraf yang tidak bisa diperbaiki lagi. Oleh karena itu, butuh penanganan dokter dengan segera dan tepat. Hampir 60%-70%  bayi yang baru lahir akan terlihat kuning pada minggu pertama setelah mereka lahir. Sekitar 5-10% dari mereka membutuhkan penanganan khusus karena kadar bilirubinnya yang secara signifikan tinggi, sehingga dibutuhkan fototerapi. Pada kebanyakan kasus kondisi tersebut tidak berbahaya sehingga tidak dibutuhkan penanganan khusus. (http://clinicforchild.wordpress.com/)

***

Prosedur di RS Hermina sebelum bayi baru lahir boleh pulang adalah diadakan scanning terlebih dahulu, untuk mengetahui kondisi terakhir si bayi. Rinjani alhamdulillah dinyatakan normal semua kecuali angka bilirubinnya yaitu 12. Dokter anak yang nanganin Jani tidak merekomendasikan pulang, paling tidak dia bilang bilirubinnya minimal 11, jani harus disinar atau dengan arti kata extend di RS 1 atau 2 hari lagi. Jleppp jleeppp... namanya juga ibu baru yaaa.. gundah dan gelisah jadinya mengambil keputusan ditambah dokternya kurang bersahabat, cara menjelaskannya lebih ke nakut-nakutin.. hikkss.. Setelah berunding, dengan pertimbangan mau usaha dulu dirumah/kasih ASI dan jemur pagi, akhirnya kita tetap minta pulang dengan menandatangani surat persetujuan.

Dan pulanglah kita ke rumah..... Memang bayi kuning katanya cenderung banyak bobok, aku menyiasatinya dengan enggak pakein pampers, jadi kalau dia pipis/pup kebangun dan sekalian dijejelin nenen, jemurnya juga lamaaa bisa setengah jam lebih sambil telanjang-tengkurap-terlentang.

Seminggu berselang, aku dan mama ke RS lagi buat cek darah dan mastiin kadar bilirubinnya sudah turun atau belum. Pengalaman dokter anak yang kemarin kurang ‘sreg’, aku pilih ganti dokter yang direkomen beberapa blogger (tetep yaaa hihi), ketemulah dengan dokter Elly.. subhanallah enak bangetttt dokternya, seketika cucoo, udah agak tua tapi tetep cantiiik, kulitnya mulus bersiiiih *aku kalaaah* bisa menjawab setiap pertanyaan dengan sangat jelas, nggak nakut-nakutin, bahasanya santun, banyak senyum, sayang sama anak kecil dan sabar.

Setelah hasil labnya keluar, kadar bilirubin jani malah naik jadi 13.. aaaaaaaa.. kok bisaaa? 

Huikss.. sedih mamiynya niiihh... tapi, lagi-lagi ada kata pamungkas yang bikin tenang :

“ibu, bayi ibu tidak sakit, tidak ada kelainan apa-apa, kuning itu normal saja bu, apalagi golongan darah ibu dan bapak sama, semua juga tidak ada masalah, hanya saja bayi ibu perlu kita bantu dengan disinar, matahari bagus bu namun tidak efektif dikeadaan seperti ini, paling cuma dua hari saja disinarnya, selanjutnya nanti ibu bisa tenang mengurus bayi ibu”

Ahh dokter, aku nurut deeh bener.. inshaallah ini yang terbaik.


Jani akhirnya masuk ruang perawatan bayi/ PERINA, hanya ibunya saja yang bebas keluar masuk buat nenenin bayinya, jam besuk 2 kali sehari siang dan sore. Selama jani dirawat aku ikut menginap di RS, kebetulan disediakan semacam ruang tunggu gitu buat orang tua yang anaknya dirawat di PERINA/NICU.

Setelah banyak selentingan soal proses kelahiran Jani dengan caesar, dilanjut lagi selentingan soal Jani yang harus dirawat.

“ASI kamu kurang! Asi kamu sedikit! Harus ditambah sufor!”

Dalam keadaan kayak gini, ibu menyusui hanya butuh disupport, dikasih makan bergizi, bukan disalah-salahin dan disangka macem-macem. Aku stresssss berat, bukan karena Jani, tapi keadaan sekitar. Bagiku, komitmen kasih ASI Eksklusif bukan ikut-ikutan trend di twitter, gaya-gayaan, sok-sok-an (seperti yang mereka tuduhkan), sudah jelas ASI adalah makanan terbaik buat bayi, setiap bayi yang lahir udah sama makanannya, sepaket! ASI aku juga keluar kok.. buktinya jani pipis, jani pup.. lambung bayi juga belum sanggup menampung banyak-banyak. Huuuhhh... berat banget ngadepin orang-orang yang kurang mengerti soal ini. Untungnya ada mama yang selalu nenangin, nyabarin, melukin anaknya.

ilustrasi kebutuhan ASI bayi sesuai umurnya

Banyak banget pelajaran yang aku ambil saat diruang tunggu, kenapa? Karena orang yang bayinya jauuuh lebih parah kondisinya itu banyak, ada yang nggak bisa pipis, ada yang lahir prematur dan sesak nafas, ada yang lahir prematur-saluran pencernaannya belok, ada yang kejang-kejang dll. Dan.................mereka masih bisa ketawa, becanda, dapet support full dari semuaaaaaa keluarga/sodara-sodara yang dateng jenguk. Iiishh malu banget, aku yang bayinya cuma disinar (kayak ayam kfc) nggak diinfus, nggak ditusuk-tusuk, nggak dioperasi kok lebay banget kayak gini. -__-

Balik lagi soal ASI, entah kenapa Rendra jadi nyebeliiiiiiiiiiiiiiin, dia kekeuh mau ngasih Jani sufor, sempat bersitegang kita berdua, adu argumen yang berujung derasnya air mataku.. hikssssssss.. kadung kesel banget, akhirnya aku bilang

“oke, kamu tanya sama dokter aja deh.. kalau dokter rekomen sufor, aku nurut”

Saat visit dokter malam, Rendra langsung nyerocos ke dokter Elly

“dok, kenapa sih bayi sekarang nggak boleh dikasih sufor? Emang kenapa ya dok sufor itu? Bukannya dari dulu bayi nggak kenapa-kenapa dok dikasih sufor?

“loh memangnya kenapa pak? Asi ibu kan keluar, bagus, tidak perlu sufor, standart WHO pak, semua sudah tidak merekomendasikan sufor, andaikan ASI tidak keluarpun masih bisa diusahakan dengan konsul ke laktasi, atau misalkan puting kecil masih bisa juga diusahakan dengan alat bantu.. kita disini maksimalkan dan selalu mengusahakan ibu bisa kasih ASI full ke bayinya”

“ohh gitu ya dok, biasa nih dok orang tua kan berfikiran kalau dua cucu sebelumnya pake sufor nggak kenapa-kenapa, jadi sempat disuruh kasih sufor aja gitu”

“ooo.. jangan pak, beri penjelasan aja pak, Asi itu murah, baik, mudah dicerna bayi, yaa sufor direkomendasikan hanya pada keadaan darurat pak.. bayi-bayi disini aja yang parah sekalipun kita suruh ibunya pompa, biar suster yang kasih dengan dot atau pipet.. apalagi bayi bapak yang sehat begini.. oke pak, bu... saya pamit, dedenya normal semua, besok ditest darah lagi, kalau sudah turun bilirubinnya, boleh pulang”

I LOVEEEEEEEE YOUUUUUUU FULLLLLLLL DOKTEEEEEEEEEER!!!!!!!!!

Rasanya mau teriaaakk... AAAAAAAA........AKHIRNYA ADA YANG BELAIIIIIIIIIINNNN!

Besoknya setelah dicek, alhamdulillah bilirubinnya turun jadi 11.. yeyeyeyy! Kita pulang yuk nak.. kita pesta ASI, jemur-jemur pagi, mandi-mandi, peluk-peluk, ngobrol-ngobrol, cium-cium, bobok baleeeengg.... ^^ Mamiy janji, nggak akan dengerin orang komentar yang jelek-jelek, yang bikin down, yang bikin ciut, mamiy tekad buat terus semangaaaaaaaat demi hak kamu sayang. :*



Love,
PiyR&MiyR&BabyR